- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Peringati Hari Stroke Sedunia, RSUD Kota Tangerang Edukasi Pasien Terhadap Penyakit Stroke

Keterangan Gambar : Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang melakukan konseling terhadap pasien dan keluarga pasien.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Guna memberikan edukasi dalam penanganan penyakit stroke, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang melakukan konseling terhadap pasien dan keluarga pasien yang rentan terserang penyakit stroke. Konseling ini pun merupakan bagian dalam memperingati Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day).
Dokter ahli Neurologi, dr Eko Yuwono, Sp.N mengatakan, bahwa stroke merupakan penyakit yang kegawatdaruratan. Sebab, salahnya penanganan dalam pasien yang terserang stroke, dapat mengakibatkan kecacatan pada pasien tersebut.
"Apabila ada yang terserang stroke, secepatnya harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Karena pengobatan dan penanganannya hanya ada di rumah sakit," tegas dr Eko dihadapan para pasein dan keluarga pasien dilorong lantai dasar RSUD Kota Tangerang, Jalan Pulau Putri Raya, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Kamis, (02/11/2023).
Baca Lainnya :
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
dr. Eko menjelaskan, tanda tanda gejala stroke itu bisa dilihat dengan mata, seperti senyum seseorang yang tidak simetris, tangan dan kaki mulai tidak bisa digerakkan baik separuh atau secara keseluruhan.
Tanda lainnya seperti kesemutan atau baal di bagian tubuh, mata terasa kabur atau rabun tiba tiba, dan tida bisa menelan ataupun ngomong.
"Nah jika menemukan yang seperti ini langsung cek kesehatannya, karena stroke itu lebih baik ditangani awal waktu. karena masih ada harapan untuk dilakukan pencegahan agar tidak timbul gejala stroke tersebut," terangnya.
"Stroke itu sumbatan, dan jika sumbatan itu bisa dilepaskan dalam waktu kurun 4 setengah jam, tapi kalau sudah lewat itu menyebabkan sel saraf mati dan tidak bisa di pulihkan kembali, dan itu yang menyebabkan kecacatan," tambahnya.
dr Eko menerangkan, stroke itu penyakit berbahaya, karena faktor terjadinya kematian nomor dua di dunia itu adalah penyakit stroke, jadi wajib masyarakat melakukan pencegahan.
"Cara mencegahnya itu adalah dengan melakukan ubah gaya hidup, ubah pola makan, ubah aktifitas fisik, kelola stres dan check up kesehatan. Seperti yang tadinya males gerak, jadi banyak gerak. mengubah pola makan yang sehat, dan menghindari setres atau kecemasan. jangan gampang emosional dan sering marah marah, karena itu juga bisa menimbulkan atau memicu penyakit stroke," jelasnya.
lanjut dr Eko menjelaskan, bahwa jika seseorang mengalami stroke dan melakukan pengobatan non medis (tradisional) itu tidak masalah, asalkan pengobatan medisnya tetap di jalankan.
"kalau secara pribadi, pengobatan tradisional itu tidak ada masalah asalkan pengobatan dari medis tetap di jalankan dan seluruh obatnya juga di minum, tetapi jika pengobatan medisnya di tinggalkan itu malah jadi masalah," imbuhnya.
dr Eko menambahkan, jika masyarakat sudah terkena penyakit stroke diharapkan harus intens melakukan pengobatan dan kontrol kepada rumah sakit.
"Saya juga berharap jika memang sudah terkena penyakit stroke, support keluarga dan diri itu wajib di bangun dan di selaraskan, agar penyakit tersebut tidak tambah parah," pungkas Eko penuh harapan. ** (Jhn/Nan)

















