- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
- Hadiri Bayan Run 2026, Marsdya TNI Muzafar Gaungkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Kaltim.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Penasehat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Sebut Regenerasi dan Inovasi Jadi Kunci Kesuksesan Pengusaha UMKM
.jpg)
Keterangan Gambar : Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),
MEGAPOLITANPOS.COM, Cirebon - Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Tina Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya faktor regenerasi dan inovasi sebagai kunci kesuksesan bagi pengusaha UMKM di era digital.
"Saya kagum dengan anak-anak muda yang mau melestarikan budaya dengan beragam inovasi seperti di sini," ujar Tina Maman Abdurrahman saat mengunjungi kawasan EB Batik Tradisional, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/1) bersama Istri Wakil Menteri (Wamen) UMKM Novi Helvi Moraza dan jajaran DWP Kementerian UMKM.
Menurutnya regenerasi adalah tantangan besar yang harus dihadapi, apalagi jika usahanya sudah melegenda. Untuk itu Tina berpesan kepada para pengusaha UMKM di EB Batik Tradisional untuk terus bergotong-royong.
Baca Lainnya :
- DWP Kementerian UMKM dan ID FOOD Salurkan Bantuan Perlengkapan Bayi untuk Korban Bencana di Sumatera
- Resmi Jadi Ketua Forses K/L, Sesmen UMKM, Arif Rahman Hakim Tekankan Pentingnya Kolaborasi
- Penasehat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Sebut Regenerasi dan Inovasi Jadi Kunci Kesuksesan Pengusaha UMKM
"Mari kita menjadi pengusaha tapi jangan bersaing personal, utamakan bergotong royong agar batik merawit Cirebon tidak punah," ujar Tina.
Merawit merupakan teknik dalam membatik yang bertujuan untuk menghasilkan garis-garis sangat tipis sekitar 0,1-0,3 mm dengan latar warna terang.
Proses merawit memakan waktu sekitar 6-12 bulan untuk selembar kain, lantaran membutuhkan tingkat ketelitian tinggi dan bahan berkualitas, seperti canting dan malam (lilin).
Karena keunikan, batik merawit sudah meraih sertifikat Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Tak heran jika selembar batik merawit dibanderol Rp3,5-12 juta.
Batik merawit hanya diproduksi oleh perajin di delapan desa di Kabupaten Cirebon, yakni Trusmi Kulon, Trusmi Wetan, Kaliwulu, Wotgali, Gamel, Sarabau, Panembahan, dan Kalitengah. Diperkirakan, saat ini terdapat sekitar 1.000 perajin yang menguasai teknik merawit di Kabupaten Cirebon.
Selepas dari EB Batik, jajaran DWP Kementerian UMKM melanjutkan kunjungan ke salah satu sentra UMKM legendaris di Cirebon yakni Kampung Batik Trusmi.
Di sana jajaran DWP Kementerian UMKM melihat langsung proses membatik secara tradisional dan mengunjungi museum batik. Tak hanya itu, mereka juga dipersilakan praktik membatik dengan teknik cap.
Di akhir kunjungan, Tina dan Penasihat DWP Kementerian Koperasi Dina Budi Arie menyempatkan untuk live shoping. Turut hadir Istri Wamen Koperasi Sita Komaladewi beserta jajaran DWP Kementerian Koperasi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)













