- Kadis Kominfosandi, Pers Jadi Mitra Pembangunan dan Penjaga Demokrasi
- Hearing Jembatan Lahei, Nurul Anwar Tekankan Aspek Pemerataan
- Hearing Jembatan Lahei, Dewan Taupik Minta Tidak Ada Asis
- DPRD Barito Utara Gelar Hearing Proyek Multiyear Jembatan Lahei
- Jelang Idul Adha 1447 H, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Imbau Warga Cermat Memilih Hewan Kurban
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Wamendag Roro Dorong Ekspor Produk Mamin RI di SIAL Shanghai 2026
- Kemenkop Siap Koreksi Pelaksanaan KDKMP, Dorong Peran Aktif Masyarakat
- Raker DPR,Menteri Maman Paparkan Kinerja Semester I 2026, Penyaluran KUR Tembus Rp105,8 Triliun
- Alokasi Dana Desa Sumber Untuk Ketahanan Pangan Kambing Sebesar 20 Persen
Pelatihan Digitalisasi Marketing Bagi Generasi Milineal Agar Berdaya Saing Tinggi apa Pesan Kadisnaker Kabupaten Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memahami perkembangan dunia marketing digital menuntut generasi muda selalu dinamis dalam masanya. Dalam rangka menciptakan tenaga terampil cakap digital, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar menggelar pelatihan ketrampilan bagi generasi muda agar memiliki daya saing tinggi, pelatihan keterampilan digital marketing yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 pada Selasa (06/05/25) bertempat di Rest Area Pendapa Ageng Hand Asta Sih, Kecamatam Srengat diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Blitar.
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Tavip Wiyono melalui Kepala Bidang Latihan Kerja Produktifitas dan Transmigrasi (Laprotrans ) menyampaikan, pelatihan yang bertajuk konsep pelatihan berbasis klaster kompetensi, kegiatan ini menyasar kepada para calon pencari kerja yang ingin mengembangkan kemampuan di dunia pemasaran digital yang terus berkembang dewasa ini, pelatihan sebagai jembatan menuju dunia kerja yang semakin kompetitif.
“pelatihan ini tidak hanya sekadar pelatihan teori, namun kami juga menyiapkan peserta agar langsung bisa praktik, bahkan dilanjutkan dengan magang dan sertifikasi, sehingga mereka bisa langsung terjun dan berdaya saing,” kata Latip.
Baca Lainnya :
- Alokasi Dana Desa Sumber Untuk Ketahanan Pangan Kambing Sebesar 20 Persen
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- Tony Andreas Calon Kuat Pimpin KONI Kota Blitar Lebih Berjaya.
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
Disampaikan pula oleh Latip bahwa, pelatihan ini diselenggarakan selama 10 hari hingga 19 Mei 2025, dan ditutup dengan lima hari program magang. Tambahan program magang ini menjadi inovasi baru tahun ini, guna memperkuat keterampilan praktis peserta.

"Kegiatan ini semula ada 383 pendaftar yang ikut seleksi, namun hanya 25 peserta terbaik yang lolos terdiri dari 20 peserta umum dan 5 dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Mereka dianggap memiliki potensi dan semangat tinggi untuk menyerap ilmu dan praktik digital marketing,"terangnya.
Selama mengikuti pelatihan peserta bukan hanya fokus pada kemampuan teknis, peserta juga diarahkan untuk membangun jaringan dan komunitas digital marketing yang diharapkan terus hidup meski pelatihan berakhir. “Dengan jaringan yang kuat, mereka bisa saling support dan terus berkembang,” tambah Latip.
Pemanfaatan DBHCHT ini menjadi bukti nyata bahwa cukai hasil tembakau juga bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk pemberdayaan ekonomi. Ke depan, Disnaker berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa agar semakin banyak tenaga kerja terampil yang lahir dari Kabupaten Blitar. (adv/za/mp)
















