- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Demi Keselamatan dan Daya Saing, Iperindo Usulkan Transisi B50 Dilakukan Bertahap
- Peternak Rakyat Desak Evaluasi Impor Satu Pintu SBM, Harga Pakan Melonjak Rp2.000 per Kg
- 150 Massa di Majalengka Long March, Polisi Siaga Kawal Aksi Damai MBG
- Bupati Barito Utara Bacakan Amanat Presiden pada HUT ke-80 Bhayangkara
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Rian Bakal Calon Ketum TheJak: Saatnya Manajemen Lebih Terbuka, TheJak Milik Kita Bersama Bukan Segelintir Orang
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
Pejabat Negara Ini Puji Tranformasi dan Inovasi Layanan Pekerja Migran Indonesia yang Dilakukan BP2MI

Keterangan Gambar : Suasana pelepasan 350 PMI Program G to G Korea Selatan, dihadiri sejumlah pejabat negara dan daerah serta orangtua dari pekerja migran.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Transformasi pelayanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diterapkan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mendapat pujian dari sejumlah pejabat negara. Pasalnya, lembaga yang diberikan mandat oleh negara dan dibawah kepemimpinan Benny Rhamdani disebut banyak melakukan terobosan-terobosan dalam memberikan layanan dan pelindungan hingga memperlakukan PMI sebagai warga negara terhormat.
"Baru kali ini saya mendapat paparan dari Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam memberikan motivasi kepada PMI. Banyak transformasi yang dilakukan BP2MI dalam melakukan tugas mengimplementasikan undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," kata Komisaris PT PLN, Eko Sulistyo, saat menghadiri pelepasan 350 PMI program G to G Korea Selatan, di El Hotel Kelapa Gading Jakarta Utara, Senin sore (14/11/2022).
Eko menuturkan, tranformasi yang dilakukan BP2MI bentuk wujud negara hadir melindungi PMI mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Baca Lainnya :
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- 150 Massa di Majalengka Long March, Polisi Siaga Kawal Aksi Damai MBG
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
"Mulai dari kampung mereka, sampai dipekerjakan, dan kemudian sampai mereka pulang. Bahkan kemudian penggunaan teknologi untuk memberikan layanan atas informasi, memberikan perlindungan serta konsultasi," ungkap Eko yang pernah menjabat staf khusus Presiden Joko Widodo ini.
Sementara salah satu pejabat negara di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) juga mengaku bangga dan mengapresiasi terobosan dan inovasi yang diterapkan di BP2MI.
"Saya apresiasi serta bangga, BP2MI jelas keberpihakannya pada pekerja migran Indonesia dan institusi yang dipimpin oleh Benny Rhamdani, betul-betul melakukan transformasi dan inovasi. Bahkan (BP2MI) punya command center untuk update terhadap PMI," kata Wanto Sugito, yang menjabat Staf Khusus Menteri PAN-RB Bidang Akselerasi Pelayanan Publik.
Ia pun mendukung berbagai langkah dan upaya Benny Rhamdani dalam memberikan pelindungan maksimal bagi penyumbang devisa terbesar nomor 2 di Indonesia.
"Sangat mendukung apa langkah-langkah beliau dan saya yakin PMI akan sejahtera di manapun berada," cetus Wanto Sugito, yang juga aktivis 98 ini.
Diketahui, BP2MI dibawah kepemimpinan Benny Rhamdani telah melakukan berbagai inovasi dan transformasi tata kelola penempatan dan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia.
Upaya tersebut terus-menerus disosialisasikan oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Seperti dengan memotong rantai birokrasi yang berbelit dan mempermudah akses mendapatkan informasi tentang layanan PMI. BP2MI juga terus berupaya memutus jaringan perdagangan orang dan penempatan ilegal PMI.
“Kami nyatakan tegas tanpa kompromi, no compromise kepada para mafia penempatan ilegal," tegas Benny.
Kegiatan pelepasan 350 PMI tersebut turut dihadiri pejabat daerah yaitu Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, Muhlis Fahrudi, PMI Program G to G Korea Selatan yang juga seorang Youtuber dengan 21 ribu subscriber, serta jajaran Eselon I, Eselon II, para Koordinator dan Sub Koordinator di lingkungan BP2MI.





.jpg)











