- Ahmad Nawawi Resmi Maju Calon Ketua Umum PB Mathla, ul Anwar 2026–2031
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Audiensi PRSI di BRIN, Awali Penguatan Kolaborasi Strategis
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Implementasi Robotika untuk Negeri di Padang, Siswa MAN 1 Tunjukkan Prestasi Gemilang
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
- Kantah Kab Tangerang Laksanakan Pembayaran Uang Ganti Rugi
- Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal
- Laksanakan Monev KKD Komisi IV DPRD Tekankan Evaluasi Kelayakan Mitra Komisi
- Bagas Mendesak Pemkab Blitar Tegas Sikapi Kepastian Hukum PSHT Masuk IPSI Pusat
Pasar Murah Kemendag: Sinergi Koperasi Pegawai dan UMKM Sediakan Bapok Terjangkau

Keterangan Gambar : Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi membuka kegiatan pasar murah
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi membuka kegiatan pasar murah di lapangan parkir Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pasar murah tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Februari 2026, dan diinisiasi oleh koperasi pegawai Kemendag, yakni Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera.
“Hingga tiga hari ke depan, Kemendag menggelar pasar murah menyambut Ramadan dan Idulfitri. Selain membantu menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga lebih terjangkau, pasar murah juga menjadi ajang promosi produk-produk UMKM,” ujar Mendag yang akrab disapa Busan.
Baca Lainnya :
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
- Dampak Harga Plastik Naik: Keuntungan UMKM Menyusut
- Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Wamenkop Dorong Koperasi TCI Jalin Sinergi dengan Kopdes Merah Putih Di Tengah Kinerja Yang Solid
Dorong Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat
Mendag Busan berharap pasar murah ini dapat menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta melindungi daya beli masyarakat menjelang bulan puasa.
“Semoga selama Ramadan pasokan tetap terjaga dan harga stabil sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” tambahnya.
Pasar murah ini diselenggarakan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran APBN, melainkan hasil kolaborasi internal koperasi. Berbagai kebutuhan pokok serta barang konsumsi harian dijual dengan harga lebih terjangkau bagi pegawai Kemendag maupun masyarakat sekitar. Sebanyak 75 pelaku UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Mendag Tekankan Pengelolaan Koperasi Profesional
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Busan menekankan pentingnya pengelolaan koperasi pegawai secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota.
“Koperasi harus dikelola secara profesional, baik, dan transparan,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Kemendag sekaligus Ketua Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera, Isy Karim, menyampaikan bahwa pasar murah tahun ini sepenuhnya merupakan hasil inisiatif koperasi.
“Mudah-mudahan bisa kami lanjutkan di tahun berikutnya, dan saya kira bisa lebih besar lagi,” tutur Isy.
Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera sendiri berdiri sejak 1978 dan kini memiliki 1.210 anggota, atau sekitar 42 persen dari total pegawai Kemendag.
Pengunjung Apresiasi Pasar Murah
Salah satu pengunjung, Endang dari Pejambon, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini karena menyediakan berbagai komoditas menarik seperti minyak goreng dan pakaian.
Ia berharap kegiatan serupa dapat memperbanyak jenis sembako dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara itu, pegawai Kemendag bernama Tasya juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pasar murah.
“Sebagai anak rantau, saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Saya tidak perlu berbelanja jauh ataupun daring karena lokasinya dekat dan pilihannya cukup lengkap,” ujarnya.
Harga Bapok Relatif Terkendali Jelang Ramadan
Mendag Busan menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau harga dan pasokan bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag.
Berdasarkan data SP2KP per 13 Februari 2026, secara rata-rata nasional sejumlah komoditas masih relatif terkendali, di antaranya:
Daging sapi: Rp133.618/kg
Bawang putih: Rp36.875/kg
MINYAKITA: Rp16.020/liter
Harga MINYAKITA tercatat mengalami penurunan dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp16.800/liter, meskipun masih sedikit di atas HET Rp15.700/liter.
“Sekarang sudah mengalami penurunan. Ini sinyal positif pascaterbitnya Permendag Nomor 43 Tahun 2025,” ujar Mendag Busan.
Pemerintah Waspadai Komoditas yang Masih Tinggi
Di sisi lain, beberapa komoditas masih berada di atas harga acuan, seperti:
Daging ayam ras: Rp40.259/kg
Telur ayam ras: Rp30.570/kg
Mendag memastikan pemerintah terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan untuk menjaga kelancaran distribusi.
Terkait kenaikan harga cabai rawit, Mendag Busan menyebut curah hujan tinggi menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi meskipun produksi sebenarnya mencukupi. “Kami terus berkoordinasi untuk memastikan pasokan kembali lancar,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)



.jpg)











