- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Organisasi Madura Kompak Dorong Emil Dardak Pimpin Jawa Timur

Keterangan Gambar : Forum Mahasiswa Madura (Formad) se-Jabodetabek pada acara pengukuhan pengurus Formad periode 2025–2026 di Kantor Penghubung Pemda Jawa Timur.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mendapat dukungan kuat dari kalangan mahasiswa Madura untuk maju menjadi Gubernur Jawa Timur menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang kini tersandung kasus dugaan korupsi dana hibah bansos.
Dukungan tersebut disampaikan Forum Mahasiswa Madura (Formad) se-Jabodetabek pada acara pengukuhan pengurus Formad periode 2025–2026 di Kantor Penghubung Pemda Jawa Timur, Jakarta. Ketua Umum Formad, Sholeh, secara tegas menyatakan bahwa Emil Dardak dinilai sosok yang tepat dan layak memimpin Jawa Timur ke depan.
.jpg)
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- BBWS Jatim Warning Penambang Galian C Ilegal Acam Kurungan Penjara.
- Pengurus KONI Kota Blitar Keluhkan Anggaran Cabor Tak Kunjung Cair
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan organisasi kemaduraan, antara lain Ikama (Ikatan Keluarga Madura), Ormas Madas Nusantara Pusat dan DKI Jakarta, para mantan Ketua Umum Formad, mahasiswa, serta tokoh masyarakat Madura lainnya. Pernyataan dukungan itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.
Dukungan ini muncul di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi dana hibah bansos Jawa Timur senilai Rp21 triliun, yang pertama kali dilaporkan LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). Kasus tersebut telah menyeret 21 tersangka, termasuk anggota dewan dan oknum partai politik. Gubernur Khofifah sendiri sudah diperiksa KPK karena disebut mengetahui aliran dana tersebut.
Meski mendapat dukungan terbuka, Emil Dardak memilih merespons dengan santai. Ia hanya mengapresiasi keberadaan Formad dan berjanji mendukung aktivitas organisasi mahasiswa tersebut, termasuk usulan agar Pemprov Jawa Timur menyediakan sekretariat bagi Formad di Jakarta.
Namun, menurut Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara, pernyataan Formad tersebut memiliki nilai politis yang cukup besar. Pasalnya, jika Khofifah terbukti bersalah dan dipenjara, maka otomatis Emil Dardak akan naik menggantikannya sebagai Gubernur Jawa Timur.
“Saya rasa statemen Ketum Formad tepat. Emil Dardak sosok pemimpin humble, merakyat, dan tidak sombong, beda dengan Khofifah. Jadi kalau banyak dukungan dari warga Madura, termasuk Madas Nusantara, itu sangat wajar. Masyarakat butuh pemimpin yang baik dan visioner,” tegas Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA sekaligus tokoh Madura-Batak yang juga memimpin Madas Nusantara. di Jakarta, Selasa,(23/09/2025).
Sebagai catatan, Madas Nusantara adalah organisasi baru yang berdiri satu tahun lalu untuk mewadahi warga Madura di seluruh Nusantara dan diaspora di luar negeri. Organisasi ini dipimpin oleh KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, pria keturunan Raja Sumenep Arya Wiraraja berdarah Madura-Batak, dengan jajaran pengurus seperti H. Acmad Fauzi (Ketua Harian), H. Mutarom (Waketum), H. Abbas Muni (Bendum), Syamsul Arifin (Ketua OKK), Andi Wijiono (Panglima Brikom), Arif (Ketua Koperasi dan UMKM), serta Ranti Tanjung (Koordinator BPJS).(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)












