- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Soal Video AI Prof Djokosoetono, Mintarsih: Tiga Pendiri Blue Bird Hilang
- Jangkau Lokasi Sempit, Babinsa Dan Komduk Patroli Malam Gunakan Motor.
- TMMD 130 Jadi Kado Istimewa HUT Kab Tangerang Ke-394.
- Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah.
- BRI Life Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Lewat Kerja Sama KAPJ
Adityawarman: Puasa Merupakan Proses Pendidikan yang Berkesinambungan

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kota Bogor saat usai Sholat Tarawih di Masjid Al-Hidayah, Komplek Bukit Cimanggu City, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA BOGOR-Puasa merupakan proses pendidikan yang berkesinambungan bagi orang-orang yang beriman. Pendidikan berkesinambungan yang mengantarkan umat Islam mencapai indikator yang paling mulia yaitu takwa. Manusia yang paling mulia disisi Allah yaitu yang paling takwa.
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengungkapkan hal tersebut dalam ceramahnya dihadapan jamaah usai Salat Tarawih di Masjid Al-Hidayah, Komplek Bukit Cimanggu City, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (19/2/2026) malam.
"Kita optimalkan kesempatan puasa di Bulan Ramadhan ini untuk beribadah mendekatkan diri pada Allah, berbakti kepada orang tua, lebih dekat dan peduli kepada tetangga", tutur Adityawarman.
Baca Lainnya :
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Anggaran BPJS Kota Bogor Menjadi Sorotan DPRD Kota Bogor
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
Lebih jauh Adityawarman mengajak jamaah untuk memadatkan aktivitas di Bulan Ramadhan dengan salat wajib maupun sunah, berinteraksi bersama Al-Qur'an, sedekah, dzikir, doa dan amal salih lainnya. Ia berharap beragam aktivitas ibadah tersebut menjadi kebiasaan yang terus dilanjutkan pasca Ramadhan nanti.

"Jika istiqomah dengan kebiasaan ini, nanti umat akan memiliki aqidah dan tauhid yang selamat. Akidah ini sangat penting dalam menopang ibadah dan muamalah sehingga masyarakat akan terdorong untuk mencari rezeki yang halal dan menjauhi hal-hal yang haram", papar Adityawarman.
Melalui pendidikan di Bulan Ramadhan ini, menurut Adityawarman, umat Islam akan bisa melaksanakan ibadah secara teratur dengan kesungguhan jiwa yang berdampak pada perbaikan perilaku.
"Dengan perilaku yang lebih baik ini maka dapat meminimalisir bahkan menegasikan konflik di tengah masyarakat", pungkas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.(**)







.jpg)



.jpg)




