- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
Niken Bacaleg Gerindra Motivasi Gender di Kabupaten Blitar Terjun ke Dunia Politik untuk Kesetaraan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Perhelatan pesta demokrasi semakin panas, dimana para kandidat partai politik bermanuver menarik simpati masyarakat, seperti halnya Gerindra partai besutan Prabowo Subianto, diajang kontestasi Pemilu 2024 Gerindra menang dan Prabowo Presiden.
Kiprah Partai Gerindra saat ini nampaknya lebih memksimalkan jumlah angka keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan publik, khususnya dalam kegiatan politik yang sebelumnya tergolong minim, Hal ini seperti diungkapkan Niken Nurma Yunita satu diantara Bacaleg perempuan yang berangkat dari Dapil III meliputi Kecamatan Udanawu, Wonodadi dan Kecamatan Ponggok.
Dalam kesempatan ini, Niken Nurma Yunita Bacaleg Dapil III partai Gerindra, lebih jauh juga sangat memotofasi kepada kaum perempuan kususnya di Blitar Raya mampu bersaing dan bepartisipasi, perempuan harus tampil juga sebagai Sri Kandi dikancah politik.
Baca Lainnya :
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
Niken juga menekankan Peran perempuan di parlemen sangat diharapkan memberikan warna demokrasi dalam parlemen di semua tingkatan daerah, Provinsi dan Pusat dalam mendukung kemajuan bangsa, khususnya kemajuan Kabupaten Blitar. Jika porsi keterwakilan perempuan masih di bawah standar, akan sulit bagi perempuan untuk bisa memberikan dampak besar di lembaga legislatif.
“Kalau dilihat, tingkat partisipasi perempuan di parlemen, misalnya di DPRD Kabupaten Blitar sendiri memang tergolong minim,” ujarnya.
Niken yang juga sebagai alumni GMNI ini, juga menyebutkan sebagai politisi dari Partai Gerindra, kaum perempuan sangat butuh dorongan dan motivasi, sehingga dengan keberangkatan dirinya terjun sebagai Bacaleg, Dia ingin mendorong perempuan di Kabupaten Blitar untuk terus mengaktualisasi diri dalam berbagai kegiatan, khususnya kegiatan publik, isu gender dan kesetaraannya masih menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan publik secara umum.
Terlebih peran perempuan dalam dunia politik, yang diharapkan mampu memberikan pandangan dan perubahan besar dalam mendorong kemajuan sebuah daerah.
“Perempuan tidak boleh apatis dalam melihat dunia politik. Itu harus dilatih sejak dini, berkaitan dengan keterlibatan perempuan di bidang politik,” tegasnya.
Menurut mbak Niken, Perempuan Indonesia Raya (PIRA) sebagai sayap partai Gerindra memiliki peran penting untuk mendorong dan mempersiapkan perempuan sebagai sumber daya manusia potensial untuk bersaing dalam kontestasi politik.
Contohnya adalah para perempuan yang ditempa di Koalisi Perempuan Indonesia, Muslimat NU (organisasi perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama) atau ‘Aisyiyah (organisasi otonom bagi perempuan di Muhammadiyah).
Keterlibatan perempuan dalam dunia politik ia yakini dapat memberikan perubahan besar. Terutama dalam memperjuangan kebijakan yang ramah perempuan, dan mendukung tujuan kesetaraan gender.
Keberadaan perempuan dalam parlemen sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22/2007 tentang Penyelanggara Pemilu. Di mana dalam aturan tersebut disebutkan agar komposisi penyelenggara Pemilu wajib memperhatikan keterwakilan perempuan dengan angka minimal 30 persen.
Sementara hingga saat ini, jumlah perempuan dalam DPRD Kabupaten Blitarberdasarkan Pemilu 2019 lalu, tak sampai banyak. Bahkan persentase perempuan di kursi legislatif Kabupaten Blitar hanya berkisar di angka kurang dari 30 persen.
“Karena itu, kami terus mendorong agar perempuan di Kabupaten Blitar bisa terjun ke dunia politik. Supaya kebijakan-kebijakan yang dibuat, bisa mendukung peranan perempuan ke depannya,” pungkasnya. (za/mp)







.jpg)


.jpg)




