- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
Mustofa S.Pd Caleg DPRD Kabupaten Blitar dari PKB Dapil 5 Siap Berjuang untuk Kejahteraan Rakyat dan Guru

Keterangan Gambar : Mustofa S. Pd Caleg DPRD Kabupaten Blitar dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Dapil 5
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Ajang kontestasi pesta demokrasi Pemilu 2024 semakin dekat, Mustofa S.Pd terpanggil memenuhi suara panggilan rakyat terjun ke dunia politik untuk maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Blitar dari Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Dapil 5 meliputi Kecamatan Wlingi, Selopuro, Kesamben dan Selorejo, dalam sisa umurnya Mustofa sebagai orang yang cukup dikenal sebagai tokoh reformasi pendidikan ini mengaku sangat prihatin mendengar nasib para guru yang kurang diperhatikan hak haknya, rakyat masih menjerit berbicara tentang pendidikan. Hal ini disampaikan Mustofa kepada media ini pada Selasa (23/01/24) disalah satu tempat di kota Blitar. Dia jika diberi amanah oleh rakyat akan berjuang bersama rakyat.
Nama Mustofa sudah tidak asing lagi bagi rekan sejawat di dunia pendidikan se Kabupaten Blitar, Mustofa yang juga sebagai mantan Ketua Ikatan Komunitas Camat (IKOMAT) Kabupaten Blitar, sebagai
Ketua PGRI, Ketua forum guru reformasi, Dia mengaku termotifasi memenuhi panggilan nurani memperjuangkan kesejahteraan para tenaga pendidik di Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
"Sebenarnya saya terjun ke dunia politik atas dorongan dan keinginan masyarakat juga tokoh tokoh agama, untuk itulah sisa umur hidup saya ingin mengabdi untuk masyarakat, kami mohon doa restu dan dukungan masyarakat Dapil 5 nomor urut 5 partai Kebangkitan Bangsa (PKB)," ungkapnya
Mustofa dalam perjalanan meniti karie sebagai ASN juga dikenal sebagai Ketua koordinator olah raga, Dia yang juga pernah menjabat sebagai Camat selorejo tercatat pernah mengukir berprestasi terkait kenaikan PAD dari rangking 20 menjadi 4 besar se Kabupaten blitar, memperoleh dana pusat DPR RI untuk pembangunan jembatan gantung desa Banjarsari selorejo.
"Memang hal itu hanya bagian kecil upaya membantu kesejahteraan masyarakat melancarkan roda perekonomian rakyat kecil," tutur Mustofa yang juga sebagai memperjuangkan nasib guru se kab Blitar terkait pangkat dan peningkatan hak hak guru menuju kesejahteraan para guru Guru Bantu ini. Secara umum Dia bersemboyan, "Hak guru terbelenggu saya siap maju memperjuangkan, pendidikan terabaikan kami siap menentang"
Untuk diketahui, secara umum Mustofa S.Pd pernah menorehkan sejarah bagi nasib para guru yang hak - haknya dikebiri, perjuangan Mustofa yang juga pernah sebagai ASN di Satpol PP ini awalnnya berfikir berjuang hanya untuk guru lokal Kabupaten Blitar di era 90an, namun gema pergerakan kala itu sempat mendapat respon yang luar biasa oleh pemerintah hingga ke tingkat nasional, karena perjuangan pergerakan itu nasib guru mulai terangkat kesejahterannya, untuk perjuangan yang masih panjang ini, " Bila saya dipercaya masyarakat duduk di kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar saya akan lebih serius memperjuangkan nasib para tenaga pendidik di Kabupaten Blitar untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, mandiri dan berdaya saing," tandasnya.
Mantan tenaga pendidik dan tokoh pergerakan ini juga berharap ada gayung bersambut dari semua elemen masyarakat, Pemilu 2024 agar menggunakan hak pilih sesuai hati nurani, rakyat menjadi pemilih yang cerdas melawan politik uang, memerangi money politic secara masif.
"Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, bersih dari korupsi, jangan kita sampai tergiur uang, menjual suara, harga diri kita hanya untuk kepentingan sesaat hanya demi uang tak seberapa, pesta demokrasi menentukan arah bagi kelangsungan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang,"pungkasnya. (za/mp)















