- Ratusan Mahasiswa LSPR Tampilkan Ekosistem Project-Base Learning melalui COMMFEST 2026 di SMESCO
- PB. Formula: Hukum Cenderung Tajam Ke Bawah Tapi Tumpul Ke Atas
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Demi Keselamatan dan Daya Saing, Iperindo Usulkan Transisi B50 Dilakukan Bertahap
- Peternak Rakyat Desak Evaluasi Impor Satu Pintu SBM, Harga Pakan Melonjak Rp2.000 per Kg
Moment Idhul Adha, Wahana Pemersatu Awak Media Bersama Tomi Gandhi Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blitar

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Tomi Gandhi Sasongko bersama awak media
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Moment Idhul Adha 1444 h tahun 2023 dijadikan wahana mempererat tali silaturahmi, menjalin persahabatan, seperti yang dilakukan oleh insan pers Blitar Raya dengandengan insan pers dengan Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Tomi Gandhi Sasongko yang secara kusus menghadiri acara santab boga Idhul Adha pada Kamis (29/06/23) bertempat di kediaman Noviansah di Desa Kendalrejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.
Acara yang berlangsung sederhana dan khidmat ini, dihadiri puluhan wartawan, sekaligus menjadi ajang silahturami dan ramah tamah awak media se-Blitar Raya. Berlokasi di rumah salah satu wartawan, sebagai wujud membangun sinergitas dalam kebhinekaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI Pancasila dan UUD 45.
Tomi yang juga selaku insan pengusahan muda yang aktif saat terlibat dalam diskusi santai, membahas berbagai isu strategis dan politik pemerintahan. Mulai dari peta perpolitikan Blitar, hingga persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Baca Lainnya :
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
"Senang sekali rasanya bisa ikut makan bareng kawan-kawan media. Selain menjalin silahturahmi, juga menambah wawasan, lewat diskusi-diskusi santai, tapi berbobot . Karena teman-teman media ini kan yang terjun ke lapangan, jadi tau persoalan apa yang ada di masyarakat," ujar Tomi saat diwawancara disela-sela acara.
Politisi yang terkenal akrab dengan wartawan ini mengatakan, dirinya memang dari dulu senang bertukar pikiran dengan Wartawan. Mulai dari sebatas ngopi bareng, makan bersama, hingga agenda-agenda lainnya. Seperti dalam acara ini, Tomi mengaku hanya ingin sekadar makan bersama sambil ngobrol santai.
"Kita sering bersama rekan-rekan wartawan, baik ngopi dan makan bersama. Hanya saja kebetulan hari ini tepat Hari Raya Idhul Adha. Karena, rekan wartawan juga sebagai agen of change (agen perubahan) untuk kebaikan bangsa dalam tataran sosial," imbuhnya.
Lebih lanjut, pengusaha muda sukses kebanggaan Blitar ini menyebut, wartawan juga sebagai pilar demokrasi yang memberikan warna dalam perbaikan kebijakan publik yang sarat akan kritik konstruktif.
"Bersama itu identik dengan bersatu. Sehingga bila wartawanya bisa bersatu dalam memberikan kririk kepada kebijakan publik, otomatis demokrasi kita sehat. Agar para pemangku kebijakan publik tidak alergi dengan kritik dan masukan melalui media massa," ungkap Tomi.
Sementara itu, Mbah Zaenal, salah satu wartawan senior Blitar, mengungkapkan jika masyarakat Blitar memang mendambakan sosok pemimpin yang bisa dekat dengan masyarakat. Sehingga, pemerintah dapat menggandeng masyarakat dalam membangun Blitar.
"Mas Tomi selain pengusaha kan juga politikus handal, apa salahnya kalau sekarang dikait-kaitkan dengan Pakde Rahmat, untuk membangun Blitar kedepan lebih baik. Pertimbangan saya, dia humble, mudah komunikasi dengan stakeholder. Dan yang tidak kalah penting dia merakyat," ungkapnya.
"Sekarang di mata masyarakat Blitar, pemimpin nantinya dibutuhkan kecerdasan dalam leadership, integritasnya, kapabilitasnya dalam komunikasi massa. Kongkritnya, bisa ke masyarakat bawah dan mengerti apa kesulitan masyarakatnya," pungkas wartawan MegapolitanPost ini. (za/mp)















