- AC Manual vs AC Digital di Mobil Modern: Prinsip Sama, Cara Rawatnya Tak Boleh Salah
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
- Anggota DPRD Barito Utara Nilai ORARI Tetap Strategis di Tengah Perkembangan Teknologi
- Alwi Farhan Juara Tunggal Putra Indonesia Masters 2026, BNI: Bukti Pembinaan PBSI Efektif
- Sosok Politisi Ini Tegaskan Kawal Program MBG, Jika Tidak Bisa Jadi Ancaman Anggaran Negara
- Jebol Sungai Cimanuk di Majalengka, Area Pertanian dan Rumah Warga Terendam Banjir
- Arahan Wamen Ossy di Kantah Kabupaten Bandung: Kerja Sama untuk Hadirkan Layanan yang Murah, Cepat, dan
- Kwarcab Pramuka Majalengka 2025 -2030 Dikukuhkan, Komitmen Memperkuat Peran Pramuka Membina Generasi Muda
- Indonesia Masters 2026: BNI Perkuat Dukungan untuk Pelatnas Bulu Tangkis Indonesia
- AC Mobil yang Tak Terawat Bisa Ganggu Kesehatan Penumpang, Ini Paparan Pemilik Bengkel Spesialis Wijaya AC Mobil
Merawat Musik Tradisi melalui Reperasi Alat Musik Gambang Kromong

MEGAPOLITANPOS.COM - Sebuah nama grup musik tradisional Gambang Kromong Tradisional “Darling Sekawan” nampaknya bakal tinggal nama, lantaran tidak pernah pentas lagi.
Bagaimana mau berpentas, kalau alat alat Gambang dan instrument lain seperti tekyan, krecek, gong dan kenong yang merupakan kesatuan dari bunyi yang dihasilkan, dari waktu ke waktu tergerus oleh minimnya perawatan dan tempat untuk “ berteduh”.
Satu persatu alat musik mulai rusak dan kayunya keropos dan rapuh,karena diterpa tampias air hujan dan udara ekstrem yang datang silih berganti.
Baca Lainnya :
- Jebol Sungai Cimanuk di Majalengka, Area Pertanian dan Rumah Warga Terendam Banjir
- Kwarcab Pramuka Majalengka 2025 -2030 Dikukuhkan, Komitmen Memperkuat Peran Pramuka Membina Generasi Muda
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Tegaskan Poin Penting ke Pemerintah Soal Nasib Supir Angkot
- Bupati Mengajak Warga Majalengka, Hari Jadi 11 Februari Ramaikan dengan Prinsip Sederhana
- Pemkab Majalengka Siapkan Lahan Bangun Sekolah Rakyat, Dukung Program Strategis Nasional
Sampai akhirnya, pemimpin grup musik ini,Harry de Fretes mengambil inisiatif untuk menyelamatkan alat alat musik tradisionil ini dengan cara menggalang dana yang akan digunakan untuk melakukan “ renovasi” dan reinventarisasi secara bertahap.
Diutarakanlah keinginan ini kepada aplikasi kitabisa.com yang syukur alhamdulilah menyambut dengan baik tawaran untuk berkolaborasi ini.
Dengan melihat tujuan untuk menyelematkan seni-tradisi khususnya musik tradisionil, akhirnya dibuatlah suatu kesepakatan bersama untuk melakukan aksi fund-raising yang sudah dimulai sejak 1 February silam.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun kembali Alat Musik Grup Gambang Kromong “ Darling Sekawan” dengan cara: mereparasi alat yang rusak, membeli jnstrument yang kurang serta menyediakan ruangan khusus untuk merawat agar terlindungi dari ha hal yang akan “ merusak” alat alat ini dari gangguan apapun.
Dukungan dari pemerhati dan pecinta budaya, dapat disalurkan melalui kitabisa.com dan pergerakkan fund-raising ini juga dapat dipantau secara terbuka melalui aplikasi tersebut.
"Mari, lindungi dan lestarikan musik tradisional kita," tutupnya ** (Jhn)





.jpg)







