- Pakar Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
Menteri Maman: UMKM Terdampak Bencana Akan Terima Bantuan Modal Rp3 Juta

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Pemerintah menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp1,2 triliun untuk mendukung pemulihan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp600 miliar akan direalisasikan pada tahun 2026, sementara tahap kedua dengan nilai yang sama akan disalurkan pada tahun 2027.
"Banpres akan ada dua tahap, tahap pertama sebesar Rp600 miliar di tahun 2026, dan tahap kedua dengan jumlah yang sama di tahun 2027," ujar Maman di Jakarta, Rabu (3/6).
Baca Lainnya :
Menurutnya, program bantuan tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi para pelaku usaha mikro yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas usahanya.
Maman menjelaskan bahwa anggaran Banpres berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menjadi bagian dari Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (Renduk PRRP) untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Melalui program rehabilitasi ekonomi tersebut, pemerintah menargetkan sebanyak 200 ribu pengusaha mikro dapat menerima manfaat bantuan. Setiap penerima akan memperoleh bantuan stimulan modal usaha sebesar Rp3 juta.
"Bantuan modal senilai Rp3 juta hanya diberikan kepada pengusaha yang belum mengakses pembiayaan perbankan. Sementara bagi yang sudah memperoleh akses pembiayaan bank, penanganannya dilakukan melalui mekanisme yang tersedia di sektor perbankan," kata Maman.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah pusat akan segera menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat guna menyiapkan proses pendataan serta verifikasi calon penerima manfaat.
"Untuk saudara-saudara kami di Aceh, Sumut, dan Sumbar, saat ini kami sudah mulai melakukan berbagai persiapan. Program Klinik UMKM di masing-masing daerah juga masih terus berjalan hingga saat ini," ujarnya.
Pemerintah berharap program Banpres tersebut dapat membantu para pelaku usaha mikro yang terdampak bencana untuk bangkit kembali dan mengembangkan usahanya. Dukungan modal ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan aset usaha, pengadaan kembali peralatan produksi, serta memperkuat permodalan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali tumbuh secara berkelanjutan.
"Pemerintah ingin memastikan para pengusaha UMKM yang terdampak bencana memiliki kesempatan untuk kembali produktif, memperkuat usahanya, dan melanjutkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional," pungkas Maman.(AS/MP).










.jpg)





