- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
- Sambut HUT ke 81, KAI Ajak 607 Anak Panti Asuhan Naik Whoosh
- Cegah Kejahatan Malam, TNI Dan Komduk Intensifkan Patroli/Siskamling .
- Bupati Tangerang Sambangi Bayi Berpenyakit Jantung.
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- SOSIALISASI PERSIAPAN PERINTIS: PERALIHAN HAK TERINTEGRASI 10 HARI DI KABUPATEN TANGERANG.
Mensos Kunjungi Balita Korban Aniaya Ortu Angkat di RS Ngudi Waluyo

Keterangan Gambar : Menteri Sosial RI Tri Rismaharini
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Setelah viral di media sosial soal balita yang dianiaya oleh orang tua angkat, Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berkunjung ke Blitar melihat kondisi balita yang di rawat di rumah sakit Ngudiwaluyo Wlingi.
Rasa simpati Menteri Sosial dan ingin mengetahui secara fisik kondisi balita malang warga desa Pasirharjo Kecamatan Talun. Kedatangan Tri Rismaharini pada Minggu sore (04/09/2022) disambut oleh Sekda, Izul Marom, Kapolres dan Dirut rs Ngudi Waluyo Endah Woro Utami. Balita yang masih sangat trauma akibat perlakuan orang tua angkat ini saat dijenguk Mensos kondisinya sudah sangat membaik.
"Saya membaca dari media Scanning Kementerian Sosial, saya lihat ada sesuatu, apa masalahnya, anak dititipkan ke tetangga, ternyata ibu balita jadi TKW," ujar Mensos Risma.
Baca Lainnya :
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
Pada saat itu Menteri sosial juga memerintahkan direktur anak melakukan pendampingan terhadap kondisi perkembangan phsykologis anak dan juga mengurus persoalan orang tua balita dengan PJTKI.
"Karana ini kondisi anak masih sangat trauma berat ya maka saya tugaskan staf saya direktur anak, untuk menangani masalah penganiayaan dan sekaligus masalah ibunya yang berurusan dengan PJTKI di Malang. Dan untuk ibu balita saya tawari untuk bekerja di Blitar saja, tidak usah kerja kemana mana," ucap Risma.
Dilain sisi Direktur RS Ngudi Waluyo Wlingi dr.Endah Woro Utami kepada wartawan juga menyampaikan, paska dirawat di rumah sakit, kondisi balita kesehatannya berangsur angsur membaik, hanya saja balita ini masih sedikit trauma .
"Awalnya itu kondisi anak sangat memprihatinkan, badan banyak bekas luka yang diduga dianiaya orang tua angkat, perkembangan terahir sangat bagus kesehatannya, kalau awal itu takut dilihat orang banyak, sekarang balita ini sudah nggak begitu lagi, dan terhadap anak ini kami sangat extra dalam perawatan pemulihannya, baik secara phsykologis, maupun yang lain agar balita ini tidak stunting,"ungkap Endah Woro.
Secara phsykis balita malang ini nampak sudah berangsur membaik karena ada dokter khusus yang mendampingi, Edah Woro juga menjelaskan, beberapa hari sebelumnya.
"Sebelumnya kalau ada orang asing balita ini masih menangis, sekarang dikunjungi orang banyak sudah tidak nangis, dan yang penting anak ini tidak anemia lagi, sudah mau makan sehingga pulih akan lebih cepat dan cepat pulang,". pungkas Dirut Endah Woro Utami. (za/mp)







.jpg)








