- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kolaborasi untuk memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku UMKM Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengoptimalkan platform InaExport sebagai National Export Gateway Indonesia.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Bidang UMKM dan Perdagangan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pemberdayaan dan Peningkatan Daya Saing UMKM dalam rangka Pengembangan Ekspor.
Baca Lainnya :
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Menkop Kukuhkan Prof. Yudi Azis Sebagai Rektor IKOPIN University
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, pelaku UMKM kini dapat memanfaatkan kanal Cek Ekspor di InaExport untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam mengakses pasar luar negeri.
“InaExport menjadi instrumen penting dan strategis dalam ekosistem ekspor Indonesia karena menghubungkan UMKM ke rantai pasar global, menemukan eksportir potensial, meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha, serta memperkuat daya saing produk,” kata Bagus.
Perkuat Ekosistem Ekspor UMKM
Melalui kerja sama tersebut, Kementerian UMKM dan Kemendag sepakat memperkuat pertukaran data UMKM dan informasi pasar, peningkatan kapasitas usaha, perluasan jejaring pemasaran, pendampingan akses pembiayaan, dukungan fasilitas pergudangan dan logistik, hingga pemanfaatan sistem layanan digital untuk pengembangan ekspor nasional.
Kementerian UMKM akan berperan dalam memberikan pendampingan kepada UMKM yang siap ekspor, menyediakan layanan pendukung usaha, serta mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan dari para pemangku kepentingan.
Sementara Kemendag akan menyediakan informasi mengenai pasar luar negeri, memberikan bimbingan teknis, serta memfasilitasi transaksi ekspor.
Smesco Indonesia sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM juga dilibatkan untuk menyediakan layanan logistik dan pergudangan sekaligus mempertemukan produk UMKM siap ekspor dengan jaringan perdagangan di luar negeri.
Bagus menjelaskan, Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan memiliki kemampuan marketing intelligence untuk memetakan kebutuhan dan tren pasar di berbagai negara.
Di sisi lain, Smesco Indonesia memiliki kemampuan product intelligence untuk mengidentifikasi produk potensial dari dalam negeri. Smesco juga telah menjalin kerja sama perdagangan yang menghubungkan pengusaha UMKM Indonesia dengan sedikitnya 11 negara.
“Marketing intelligence dari Kemendag harus dihubungkan dengan product intelligence Smesco sehingga sanggup memenuhi kebutuhan pasar global dengan ketersediaan produk UMKM potensial dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
SAPA UMKM Terhubung dengan InaExport
Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui aplikasi SAPA UMKM milik Kementerian UMKM yang terhubung dengan InaExport melalui sistem Open API.
Integrasi tersebut memungkinkan pelaku UMKM memperoleh pendampingan ekspor yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.
SAPA UMKM juga memberikan akses terhadap berbagai layanan pemberdayaan yang disediakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait sehingga dukungan bagi pelaku UMKM dapat diperoleh secara lebih terintegrasi.
Bagus optimistis kolaborasi tersebut dapat mempercepat semakin banyak UMKM Indonesia memasuki pasar global. Terlebih, berbagai produk lokal dinilai memiliki potensi dan permintaan di pasar ekspor.
Potensi tersebut antara lain terlihat dari fasilitasi Kementerian UMKM terhadap sekitar 75 UMKM untuk terhubung dengan pasar China. Dari jumlah tersebut, lima UMKM telah menandatangani kontrak kerja sama dengan eksportir untuk sejumlah produk, di antaranya cocopeat, kopi, teripang, dan kerupuk.
“Semua upaya ini dilakukan supaya kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat 15–17 persen dari posisi saat ini sekitar 60 persen,” kata Bagus.
Produk Lokal Harus Penuhi Standar Ekspor
Menurut Bagus, upaya membawa produk lokal ke pasar dunia harus diikuti dengan penyesuaian terhadap standar dan persyaratan ekspor yang berlaku di masing-masing negara tujuan.
Dengan memenuhi standar tersebut, produk UMKM Indonesia diharapkan tidak hanya mampu masuk ke pasar global, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan.
Di sisi lain, pemerintah tetap mendorong penguatan pasar domestik agar kebutuhan masyarakat yang dapat dipenuhi oleh pelaku UMKM dalam negeri tidak bergantung pada produk impor.
Bagus menegaskan Kementerian UMKM akan terus bersinergi dengan Kemendag untuk melahirkan lebih banyak UMKM berdaya saing global sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal menuju pasar ekspor.
“Sinergi ini menunjukkan langkah konkret dan komitmen pemerintah dalam memajukan usaha masyarakat,” kata Bagus.(AS/MP).


.jpg)


1.jpg)



.jpg)






