- Cegah Kejahatan Malam, TNI Dan Komduk Intensifkan Patroli/Siskamling .
- Bupati Tangerang Sambangi Bayi Berpenyakit Jantung.
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- JPO Alun-alun Majalengka Mulai Dibangun, Bakal Jadi Ikon Baru Kota
- Iing Misbahuddin di Sadawangi, Kalimat Singkatnya Jadi Perhatian
- SOSIALISASI PERSIAPAN PERINTIS: PERALIHAN HAK TERINTEGRASI 10 HARI DI KABUPATEN TANGERANG.
- Tingkatan Kualiats Pengajar, Kamenag Kab Tangerang Gelar Pembinaan Guru Non PNS.
- Alhamdulilah Elim Tyu Samba Nahkodai KONI Kota Blitar Gema Olah Raga Semakin Menggelegar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Puncak Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan
- Anto Febrianto Gaspol! Pemuda Majalengka Diajak Jauhi Narkoba
Konplik Sudan, Kantor Atase Kebudayaan Arab Saudi dijarah

Keterangan Gambar : Suasana perang saudara di Sudan
Megapolitanpos.com, Jakarta - Kantor Atase Kebudayaan Arab Saudi di Sudan dijarah dan diserang pada hari Selasa (2/5) waktu setempat. Penyerangan ini terjadi seiring peperangan melanda negara Afrika itu.
Dilansir Al-Arabiya, Rabu (3/5/2023), Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sekelompok pria bersenjata tak dikenal mencuri sejumlah properti dari kantor atase, melumpuhkan sistem dan server.
Pemerintah Saudi mengutuk serangan itu "sekeras mungkin" dan menyerukan untuk menghormati misi diplomatik dan meminta pertanggungjawaban para penyerang atas tindakan mereka.
Baca Lainnya :
- Dokumen Boedel Pailit Dipersoalkan, Kuasa Hukum Abu Hasan Minta Pengadilan Lakukan Audit
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan kembali seruan pemerintah Arab Saudi sebelumnya untuk menghentikan eskalasi konflik di Sudan antara pihak-pihak yang bertikai dan memastikan perlindungan bagi diplomat, penduduk, dan warga sipil Sudan.
Dilansir DW, pertempuran masih terus terjadi di Khartoum, ibu kota Sudan. Serangan udara, tembakan, dan ledakan masih terus terjadi, meskipun ada perpanjangan kedua dari gencatan senjata selama 72 jam.
Perebutan kekuasaan antara pemimpin de facto Sudan, panglima militer Abdel Fattah Burhan, dan mantan wakilnya Mohammed Hamdan Dagalo (lebih dikenal sebagai Hemeti) yang memimpin kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat sudah memasuki minggu ketiga.
Pertempuran itu telah menewaskan lebih dari 500 orang, dengan ribuan lainnya terluka. Setidaknya 75.000 warga Sudan telah mengungsi di dalam negeri, dengan lebih dari 50.000 orang lainnya mengungsi lewat darat ke negara-negara tetangga, demikian data yang dilaporkan PBB.(AS).


.jpg)













