- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
Ketua PC NU Barito Utara, Peran Perempuan Sebagai Pembentuk Generasi Dalam Mengenal Ahlussunnah wal Jamaah
.jpg)
Muara Teweh – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Barito Utara, H Alpiansyah, S.Ag., menegaskan bahwa peran Muslimat NU sangat penting sebagai penjaga mata rantai keilmuan dan benteng terdepan dalam mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah gempuran zaman.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-9 Muslimat NU Barito Utara di Aula GH Senyiur Syariah, Kamis (02/10/2025).
“Ibu-ibu Muslimat merupakan perawat mata rantai keilmuan yang menghubungkan kita dengan para ulama, wali, hingga sampai kepada Rasulullah SAW.
Baca Lainnya :
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
Peran terbesar dalam membentuk generasi agar mengenal Ahlussunnah wal Jamaah lebih banyak dijalankan oleh ibu-ibu.
Bapak-bapak biasanya sibuk dengan urusan lain, sehingga Muslimatlah yang menjaga akhlak, ukhuwah islamiyah, dan tradisi Aswaja tetap tertanam kuat,” ujar Alpiansyah.
Menurutnya, Muslimat NU berperan strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas keislaman masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi.
“Anda semua yang memastikan Aswaja An-Nahdliyah tetap kokoh dalam diri anak-anak kita. Anda pula yang merawat tradisi tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan moderasi Islam Nusantara agar tetap menjadi solusi, bukan sumber konflik,” tegasnya.
Selain itu, Alpiansyah juga menekankan pentingnya kemandirian umat, terutama dalam bidang ekonomi dan sosial. “Muslimat NU telah lama membuktikan bahwa perempuan adalah arsitek utama kemandirian keluarga. Dari dapur hingga pasar, ibu-ibu Muslimat menggerakkan roda perekonomian mikro. Kemandirian ini perlu ditingkatkan ke level yang lebih luas, meliputi pengetahuan, sikap, prinsip, dan ibadah. Dengan begitu, Muslimat NU bisa menjadi motor kesejahteraan masyarakat dari lingkup keluarga hingga daerah,” jelasnya.
Ia juga berharap forum Konfercab ke 9 ini melahirkan inovasi-inovasi baru, terutama dalam penguatan kesejahteraan keluarga berbasis kearifan lokal.
“Setiap unit Muslimat NU harus bisa menjadi pusat kegiatan dan penguatan masyarakat. Dari sinilah lahir kader-kader perempuan yang tangguh, profesional, dan mampu menjadi tulang punggung pembangunan umat,” pungkas Ketua NU Barito Utara itu.
(A)



.jpg)



.jpg)



.jpg)




