Breaking News
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Temuan Botol Miras dan Dugaan Pungli di Kalijodo, Pramono: Sudah Saya Minta Dibersihkan
- Bupati Minta Kepala Perangkat Daerah Kawal Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Secara Bertanggung Jawab
- Paripurna APBD Perubahan 2026, Pemkab Barito Utara Tekankan Anggaran Berorientasi Kepentingan Masyarakat
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Maryono: Jangan Ragu, Asalkan Benar dan Sesuai Aturan!
Ketua DPRD Kota Tangerang Minta Pemkot dan Orang Tua Awasi Kenakalan Remaja Cegat Truk Buat Konten

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo meminta seluruh pihak seperti pemerintah daerah dan orang tua untuk melakukan pengawasan dengan ketat sebagai upaya mencegah remaja mencegat truk yang belakangan ini marak hingga berujung maut. Hal tersebut dikatakan Gatot melihat akhir-akhir ini marak fenomena mencegat truk dengan alasan kepentingan konten, lantaran telah terjadinya pergeseran moral pada era 4.0, sehingga mendorong anak dan remaja yang cenderung masih labil ingin viral di media sosial. Oleh karenanya, keluarga terutama dari orang tua sangat berperan dalam mengawasi aktivitas anak dan remaja untuk tidak melakukan kegiatan negatif. Dia menyebut, maraknya fenomena remaja mencegat truk sebagai peringatan bagi para orang tua. "Perlu pengawasan yang kuat dari orang tua karena pendidikan yang paling kuat itu kuat dari keluarga," ujarnya saat dihubungi, Kamis (8/6/22). Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, pemerintah daerah melalui instansi-instansinya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu memberikan ruang aktualisasi kepada para anak dan remaja. "Misalkan kegiatan pertandingan olahraga antar anak sekolah, ada tampilan seni budaya antar anak sekolah," tuturnya. Selain itu, instansi Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga harus melakukan fungsi kontrolnya dalam mengawasi remaja ketika berada di lapangan. "Dari pemda semacam fungsi kontrol pengawasan di tempat-tempat titik strategis yang menjadi tempat nongkrong anak sekolah kalau pulang sekolah. Jadi, perlu tindak pencegahan dari Dishub atau Satpol PP, sifatnya jangan hanya musiman, harus berkesinambungan karena harus ada pengawasan yang kuat," jelasnya. Gatot menambahkan, para anak dan remaja sangat perlu mengenyam pendidikan agama sesuai ajaran dan keyakinannya serta pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan, yang tentunya diharapkan bisa mendorong ke arah yang positif. "Sebenarnya semangat dasar orang Indonesia kan gotong royong, saling menghormati, tidak saling merugikan, ini kan mulai berkurang. Makanya pemerintah harus melakukan pendidikan edukasi kepada siswa siswi," Tuturnya (*)


.jpg)













