- PKB Harapkan Pembahasan Ranperda Berjalan Konstruktif demi Tata Kelola Keuangan yang Lebih Baik
- Fraksi PKB Dorong Optimalisasi PAD untuk Perkuat Kemandirian Fiskal Daerah
- Fraksi PKB Pertanyakan Penyebab Tingginya SiLPA APBD 2025
- Apresiasi Kinerja Pemkab, Fraksi Aspirasi Rakyat Sampaikan Sejumlah Catatan Strategis
- Soroti SiLPA dan Belanja Daerah, Fraksi Aspirasi Rakyat Minta Evaluasi Menyeluruh
- Fraksi Aspirasi Rakyat Apresiasi WTP, Ingatkan Pentingnya Efektivitas APBD
- Bupati Barito Utara Apresiasi Masukan DPRD dalam Pembahasan APBD 2025 dan PPAS 2027
- Bupati Barito Utara Sambut Kepulangan Jemaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Tengah Masyarakat
- KUA-PPAS 2027 Resmi Diserahkan, DPRD Majalengka Siapkan Pembahasan APBD Rp 3,2 Triliun
- Tak Sekadar Bikin Konten, Peserta Pelatihan Disnaker Depok Dibimbing hingga Disalurkan ke Perusahaan
Kementerian UMKM Dorong Rebranding Pasar Senen Jadi Pusat Produk Lokal, Pedagang Thrifting Siap Bertransformasi
.jpg)
Keterangan Gambar : rebranding Pasar Senen menjadi pusat produk lokal berkualitas
LMEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kebijakan pelarangan impor pakaian bekas ilegal menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang thrifting, termasuk di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga dan pelaku UMKM.
.jpg)
Baca Lainnya :
- Pemerintah Tetapkan Pengemudi Ojol Roda Dua sebagai UMKM
- Transformasi Digital UMKM Dipercepat, Kementerian UMKM Integrasikan Layanan Lewat SAPA UMKM
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana, mendorong adanya rebranding Pasar Senen menjadi pusat produk lokal berkualitas, sekaligus membantu para pedagang thrifting bertransformasi ke perdagangan produk dalam negeri.
“Mereka pada dasarnya adalah pengusaha UMKM yang perlu kita bina dan berdayakan. Mereka tidak anti-lokal dan justru siap bekerja sama dengan brand lokal berkualitas,” ujar Temmy saat menerima perwakilan pedagang thrifting Pasar Senen bersama Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB), produsen fesyen lokal, dan pegiat produk lokal di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Menurut data GRPB, terdapat sekitar 984.000 pedagang thrifting di seluruh Indonesia. Angka tersebut mencerminkan potensi ekonomi besar jika ekosistemnya ditata dan diarahkan untuk memperkuat produk lokal serta kepatuhan terhadap regulasi.
Temmy menegaskan, pemerintah tetap mendukung penertiban impor pakaian bekas ilegal, namun solusi keberlanjutan usaha juga harus dihadirkan agar para pedagang dapat beradaptasi secara tertib dan berdaya.
“Kami tetap mendukung penertiban terhadap impor ilegal, terutama pakaian bekas. Namun kita juga harus bisa menghadirkan solusi agar para pedagang dapat tetap berusaha secara tertib dan berdaya,” katanya.
Kementerian UMKM berkomitmen mengawal transformasi Pasar Senen melalui kemitraan yang adil, pembinaan usaha, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, dan perluasan pemasaran.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menyatukan kepentingan nasional, mulai dari perlindungan konsumen, pemberantasan impor ilegal, hingga pemberdayaan UMKM dalam satu arah kebijakan yang berkelanjutan.
Melalui langkah kolaboratif ini, Pasar Senen ditargetkan menjadi etalase kebanggaan produk Indonesia yang tertib, sehat, kompetitif, dan menyejahterakan.
Pada kesempatan yang sama, aktivis usaha thrifting GRPB, Oscar Pendong, menegaskan komitmen para pedagang untuk berkolaborasi dengan produsen lokal.
“Kami siap bekerja sama dengan produk lokal. Faktanya, banyak pedagang thrifting juga menjual produk lokal yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat,” ujar Oscar.
Oscar juga meminta agar kebijakan pelarangan thrifting tidak dilakukan secara mendadak tanpa peta jalan yang jelas. Ia berharap, bila pembatasan diterapkan, dilakukan secara bertahap dan terukur, agar pedagang dapat beradaptasi tanpa menutup usaha.
Ia bahkan menilai, pengaturan thrifting yang jelas dan transparan bisa menjadi sumber penerimaan pajak baru bagi negara.
“Dari satu kontainer pakaian impor, bila tunduk pada ketentuan yang sah dan transparan, potensi pemasukan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Aturan yang pasti akan memberi manfaat bagi negara sekaligus kepastian usaha bagi pedagang,” katanya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, produsen lokal, dan pelaku usaha thrifting, Pasar Senen kini bersiap menjadi ikon baru ekonomi kreatif Indonesia berbasis produk dalam negeri.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)







.jpg)





