- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
- Dua Pria Pelaku Pembunuhan Berencana di Pinang Ranti Jaktim Berhasil Ditangkap
- Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah.
Kementerian UMKM Dorong Rebranding Pasar Senen Jadi Pusat Produk Lokal, Pedagang Thrifting Siap Bertransformasi
.jpg)
Keterangan Gambar : rebranding Pasar Senen menjadi pusat produk lokal berkualitas
LMEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kebijakan pelarangan impor pakaian bekas ilegal menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang thrifting, termasuk di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga dan pelaku UMKM.
.jpg)
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana, mendorong adanya rebranding Pasar Senen menjadi pusat produk lokal berkualitas, sekaligus membantu para pedagang thrifting bertransformasi ke perdagangan produk dalam negeri.
“Mereka pada dasarnya adalah pengusaha UMKM yang perlu kita bina dan berdayakan. Mereka tidak anti-lokal dan justru siap bekerja sama dengan brand lokal berkualitas,” ujar Temmy saat menerima perwakilan pedagang thrifting Pasar Senen bersama Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB), produsen fesyen lokal, dan pegiat produk lokal di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Menurut data GRPB, terdapat sekitar 984.000 pedagang thrifting di seluruh Indonesia. Angka tersebut mencerminkan potensi ekonomi besar jika ekosistemnya ditata dan diarahkan untuk memperkuat produk lokal serta kepatuhan terhadap regulasi.
Temmy menegaskan, pemerintah tetap mendukung penertiban impor pakaian bekas ilegal, namun solusi keberlanjutan usaha juga harus dihadirkan agar para pedagang dapat beradaptasi secara tertib dan berdaya.
“Kami tetap mendukung penertiban terhadap impor ilegal, terutama pakaian bekas. Namun kita juga harus bisa menghadirkan solusi agar para pedagang dapat tetap berusaha secara tertib dan berdaya,” katanya.
Kementerian UMKM berkomitmen mengawal transformasi Pasar Senen melalui kemitraan yang adil, pembinaan usaha, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, dan perluasan pemasaran.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menyatukan kepentingan nasional, mulai dari perlindungan konsumen, pemberantasan impor ilegal, hingga pemberdayaan UMKM dalam satu arah kebijakan yang berkelanjutan.
Melalui langkah kolaboratif ini, Pasar Senen ditargetkan menjadi etalase kebanggaan produk Indonesia yang tertib, sehat, kompetitif, dan menyejahterakan.
Pada kesempatan yang sama, aktivis usaha thrifting GRPB, Oscar Pendong, menegaskan komitmen para pedagang untuk berkolaborasi dengan produsen lokal.
“Kami siap bekerja sama dengan produk lokal. Faktanya, banyak pedagang thrifting juga menjual produk lokal yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat,” ujar Oscar.
Oscar juga meminta agar kebijakan pelarangan thrifting tidak dilakukan secara mendadak tanpa peta jalan yang jelas. Ia berharap, bila pembatasan diterapkan, dilakukan secara bertahap dan terukur, agar pedagang dapat beradaptasi tanpa menutup usaha.
Ia bahkan menilai, pengaturan thrifting yang jelas dan transparan bisa menjadi sumber penerimaan pajak baru bagi negara.
“Dari satu kontainer pakaian impor, bila tunduk pada ketentuan yang sah dan transparan, potensi pemasukan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Aturan yang pasti akan memberi manfaat bagi negara sekaligus kepastian usaha bagi pedagang,” katanya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, produsen lokal, dan pelaku usaha thrifting, Pasar Senen kini bersiap menjadi ikon baru ekonomi kreatif Indonesia berbasis produk dalam negeri.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)


1.jpg)
.jpg)




.jpg)





