- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
Kejanggalan mengenai syahidnya Syeikh Usamah semakin terkuak, Taliban Pakistan bantah kabar tersebut

PAKISTAN (megapolitanpos.com) -
Kabar mengenai syahidnya, Insha Allah, petinggi Al Qaeda, Syeikh Usamah
bin Ladin yang diumumkan oleh Barack Obama laknatullah, semakin
janggal. Beberapa laporan menunjukkan kontradiksi dengan pengumuman
oleh teroris Amerika Serikat.
Media Rusia memberitakan bahwa Intelijen Pakistan mengabarkan bahwa
Syeikh Usamah bin Ladin masih hidup dan berada dalam kondisi aman.
Selain itu hingga kini AS belum memperlihatkan jasad dari Syeikh Usamah
jika benar beliau telah meninggal. Sejauh ini hanya sebatas klaim yang
diumumkan oleh AS.
AS mengklaim bahwa jenazah Syeikh Usamah akan ditenggelamkan dilaut,
namun hingga kini belum ada laporan lanjutan dan belum ditunjukkan peti
mati dari jenazah Syeikh Usamah.
Selain itu, pemerintah Pakistan juga tidak tahu-menahu mengenai
"operasi" yang dilancarkan AS di kota Abbottabad. Pemerintah Pakistan
baru mengetahuinya saat operasi sudah selesai dan diumumkan oleh Barack
Obama. Bukankah ini merupakan suatu kejanggalan lainnya? Biasanya AS
akan menggandeng bonekanya saat melakukan operasi di wilayah Pakistan,
tapi kali ini "operasi" yang disebut-sebut telah dipersiapkan selama
kurang lebih sembilan bulan, ditutupi dari otoritas AS.
Tehrik e Taliban bantah kabar kematian Syeikh Usamah
Kabar tandingan untuk membantah laporan kematian Syeikh Usamah juga datang dari wilayah Pakistan.
Mujahidin Taliban Pakistan dalam sebuah statemen yang keluar beberapa
saat setelah AS mengumumkan kematian orang nomor satu Al Qaeda
menyatakan bahwa Syeikh Usamah masih hidup.
Reporter Televisi Geo di Pakistan melaporkan kelompok Taliban
menyatakan Usamah masih hidup dan laporan kematian itu sebagai tidak
berdasar.
Berdasarkan pengamatan arrahmah.com, forum Islam Syamikh kini dapat
kembali dibuka. Mereka menyarankan untuk tidak mempercayai semua berita
dari media sekuler yang beredar.
Jihad tidak akan surut
Kabar kematian Syeikh Usamah bin Ladin jika memang benar, ternyata
tidak menyurutkan semangat Mujahidin. Seperti yang dikatakan Abu Rusdan
saat diwawancarai oleh TV one melalui sambungan telepon mengatakan bahwa Jihad tidak tergantung figur, akan tetap berlangsung sampai hari akhir.
"Kabar kematian Syeikh Usamah bin Ladin hafidzahullah, jika memang
benar, tidak akan menyurutkan semangat Mujahidin di manapun ia berada,
karena Jihad tidak tergantung oleh figur, Jihad akan terus berlangsung
sampai hari akhir," ujar Abu Rusdan.
Hingga saat ini kabar kematian Syeikh Usamah masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Al Qaeda.
Apa yang ingin disembunyikan AS?
Entah apa yang ada dalam pikiran AS saat mengeluarkan pengumuman
kematian Syeikh Usamah bin Ladin. Jika pengumuman mereka benar, mengapa
mereka tidak secara gamblang mengeluarkan berbagai bukti yang dapat
menguatkan klaimnya?
Apakah ini hanya sebuah bentuk kampanye oleh Obama untuk memperbaiki
citra dan mengembalikan kepercayaan publik Amerika Serikat yang telah
menurun terhadap dirinya menjelang kampanye mendatang?
Ataukah ini hanya bagian dari propaganda AS untuk menyembunyikan rasa
malunya terkait kekalahan telak mereka di Afghanistan. Dengan kabar
kematian ini, mereka akan memiliki alasan untuk menarik diri keluar dari
Afghanistan tanpa rasa malu, wallahualam. (haninmazaya/arrahmah.com)

















