- BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis Nasional, Ubed Tunjukkan Kelas di Thailand Open 2026
- LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Lewat Coaching Clinic
- Harga Telur dan Daging Ayam Stabil di Pasar Palmerah, Pedagang Harap Pasokan Lancar
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
Kejanggalan mengenai syahidnya Syeikh Usamah semakin terkuak, Taliban Pakistan bantah kabar tersebut

PAKISTAN (megapolitanpos.com) -
Kabar mengenai syahidnya, Insha Allah, petinggi Al Qaeda, Syeikh Usamah
bin Ladin yang diumumkan oleh Barack Obama laknatullah, semakin
janggal. Beberapa laporan menunjukkan kontradiksi dengan pengumuman
oleh teroris Amerika Serikat.
Media Rusia memberitakan bahwa Intelijen Pakistan mengabarkan bahwa
Syeikh Usamah bin Ladin masih hidup dan berada dalam kondisi aman.
Selain itu hingga kini AS belum memperlihatkan jasad dari Syeikh Usamah
jika benar beliau telah meninggal. Sejauh ini hanya sebatas klaim yang
diumumkan oleh AS.
AS mengklaim bahwa jenazah Syeikh Usamah akan ditenggelamkan dilaut,
namun hingga kini belum ada laporan lanjutan dan belum ditunjukkan peti
mati dari jenazah Syeikh Usamah.
Selain itu, pemerintah Pakistan juga tidak tahu-menahu mengenai
"operasi" yang dilancarkan AS di kota Abbottabad. Pemerintah Pakistan
baru mengetahuinya saat operasi sudah selesai dan diumumkan oleh Barack
Obama. Bukankah ini merupakan suatu kejanggalan lainnya? Biasanya AS
akan menggandeng bonekanya saat melakukan operasi di wilayah Pakistan,
tapi kali ini "operasi" yang disebut-sebut telah dipersiapkan selama
kurang lebih sembilan bulan, ditutupi dari otoritas AS.
Tehrik e Taliban bantah kabar kematian Syeikh Usamah
Kabar tandingan untuk membantah laporan kematian Syeikh Usamah juga datang dari wilayah Pakistan.
Mujahidin Taliban Pakistan dalam sebuah statemen yang keluar beberapa
saat setelah AS mengumumkan kematian orang nomor satu Al Qaeda
menyatakan bahwa Syeikh Usamah masih hidup.
Reporter Televisi Geo di Pakistan melaporkan kelompok Taliban
menyatakan Usamah masih hidup dan laporan kematian itu sebagai tidak
berdasar.
Berdasarkan pengamatan arrahmah.com, forum Islam Syamikh kini dapat
kembali dibuka. Mereka menyarankan untuk tidak mempercayai semua berita
dari media sekuler yang beredar.
Jihad tidak akan surut
Kabar kematian Syeikh Usamah bin Ladin jika memang benar, ternyata
tidak menyurutkan semangat Mujahidin. Seperti yang dikatakan Abu Rusdan
saat diwawancarai oleh TV one melalui sambungan telepon mengatakan bahwa Jihad tidak tergantung figur, akan tetap berlangsung sampai hari akhir.
"Kabar kematian Syeikh Usamah bin Ladin hafidzahullah, jika memang
benar, tidak akan menyurutkan semangat Mujahidin di manapun ia berada,
karena Jihad tidak tergantung oleh figur, Jihad akan terus berlangsung
sampai hari akhir," ujar Abu Rusdan.
Hingga saat ini kabar kematian Syeikh Usamah masih belum mendapat konfirmasi resmi dari Al Qaeda.
Apa yang ingin disembunyikan AS?
Entah apa yang ada dalam pikiran AS saat mengeluarkan pengumuman
kematian Syeikh Usamah bin Ladin. Jika pengumuman mereka benar, mengapa
mereka tidak secara gamblang mengeluarkan berbagai bukti yang dapat
menguatkan klaimnya?
Apakah ini hanya sebuah bentuk kampanye oleh Obama untuk memperbaiki
citra dan mengembalikan kepercayaan publik Amerika Serikat yang telah
menurun terhadap dirinya menjelang kampanye mendatang?
Ataukah ini hanya bagian dari propaganda AS untuk menyembunyikan rasa
malunya terkait kekalahan telak mereka di Afghanistan. Dengan kabar
kematian ini, mereka akan memiliki alasan untuk menarik diri keluar dari
Afghanistan tanpa rasa malu, wallahualam. (haninmazaya/arrahmah.com)

















