Kasus Pembunuhan Berantai , Polisi Dalami Hubungan Tersangka dan Keluarga Korban

By Achmad Sholeh(Alek) 20 Jan 2023, 18:19:21 WIB Nasional
Kasus Pembunuhan Berantai , Polisi Dalami Hubungan Tersangka dan Keluarga Korban

Keterangan Gambar : Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudho saat memberikan keterangan kepada wartawan


Megapolitanpos.com, Jakarta - Polisi membeberkan bahwa pelaku pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur, atas nama Wowon Erawan alias AKI memiliki enam istri. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudho.

“Untuk perkembangannya ada beberapa secara kuantitas angka mengatakan ada istri daripada tersangka Wowon ada enam orang, itu tentu juga butuh proses pendalaman,” kata  Kombes Trunoyudho, di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Menurutnya, penyidik saat ini masih menelusuri terkait dengan hubungan keluarga atau trees family antara korban dan tersangka. Salah satunya lewat data pendukung administratif dari Dinas Dukcapil seperti RW sampai dengan Kelurahan setempat.

Baca Lainnya :

    " jadi untuk korban yang didapatin pertama dari TKP adanya peristiwa awal yang ternyata bukan keracunan tapi menjadi pembunuhan. ada tiga korban meninggal dunia satu selamat jadi ada 4 ya yang anak-anak umur 5 tahun," kata Trunoyudo.

    Kemudian berkelanjutan terkait juga dengan identitas yang dihanyutkan ke laut ya, itu atas nama Siti juga yang untuk Garut, ini juga perlu pendalaman melalui alat bukti pendukung administratif juga,” jelas dia.

    Lebih lanjut, Polda Metro Jaya memastikan akan menyampaikan hasil proses penelusuran identitas, khususnya korban secara transparan. Keseluruhannya menjadi rangkaian tindakan penyidikan pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur.

    Jadi saat ini berjumlah sembilan korban dengan satu selamat, yang anak-anak di bawah umur. Saat ini kita sinergi dengan KPAD,” Trunoyudho menandaskan.

    Selanjutnya Polisi masih mengusut kasus pembunuhan berantai Wowon Cs di Bekasi, Jawa Barat. Dalam penelusuran, pelaku nyatanya sempat menggali lubang di belakang kontrakan sebelum korban atas nama Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (20), dan M Riswandi (16) menempati hunian tersebut.

    Iya jadi kemarin sudah disampaikan dalam konsep awal. Ini dikontrakan dengan keterangan saksi disampaikan bahwasannya sedikit memaksa untuk bisa dikontrakkan. Karena kondisinya sebenarnya listrik itu putus, itu perannya dari Duloh,” tuturnya.

    Kemudian juga ada Dede di situ ya, awal sebelum masuk, nah ini yang kita masih dalami. Penggalian tanah atau lubang yang ada di belakang rumah itu, itu kan sebelum membawa almarhum atau korban lainnya ke sana itu sudah dipersiapkan ya. Nah ini nanti masih didalami,” katanya.


    Menurut Trunoyudho, para tersangka memiliki hubungan antar-relasi, termasuk status Wowon dengan korbannya. Ketiganya merupakan partner in crime dalam kasus tersebut.

    Tersangka Ini kan ada hubungan relasi antara Wowon dengan si Duloh alias Solihin, ini rekan relasi atau ada perkawanan ya. Sedangkan Wowon memiliki istri almarhum yang di Bekasi atas nama Maimunah, ini adik iparnya atau adiknya Maimunah almarhum ini atas nama Y itu dinikahi oleh Dede. Jadi urusannya adalah ipar ya,” jelas dia.

    Sebelumnya warga di Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat dikejutkan dengan satu keluarga tak sadarkan diri. Dari lima orang yang ditemukan tiga telah meninggal dunia.

    Tiga orang yang meninggal dunia yakni AM (40), RA (23) dan MR (17). Sedangkan dua orang yang masih menjalani perawatan di RSUD Bantargebang yakni MDS (34) dan NR (5).

    Polisi telah menangkap tiga orang pelaku yang diduga terlibat dalam kasus keracunan yang menewaskan tiga orang di Bantargebang, Bekasi. Tiga pelaku yaitu Wowon Erawan alias Aki yang merupakan suami kedua korban, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.

    Adapun berdasarkan informasi motif kejahatan pelaku berkaitan dengan perdukunan atau ilmu hitam. Pelaku saat ini berada di tahanan Polda Metro Jaya dan masih diminta keterangannya.(ASl/Red/Mp).




  • Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas

    🕔03:39:35, 11 Mar 2026
  • Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi

    🕔09:49:10, 11 Mar 2026
  • DPR Soroti Risiko Fiskal 2026, Program Makan Bergizi Gratis Bisa Disesuaikan

    🕔13:35:15, 09 Mar 2026
  • RoboSports Bangun Ekosistem Olahraga Robotik Modern

    🕔08:17:28, 07 Mar 2026
  • Indonesia–Rusia Perkuat Hubungan Teknologi, PRSI Hadiri Pertemuan di Kedubes Rusia

    🕔20:25:03, 07 Mar 2026