- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Kasus Jhony Plate, Politik Penggal Jelang 2024.
Puncaknya adalah mentersangkakan Menkominfo

Keterangan Gambar : Agung Nugroho
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Dinamika pemilu 2024 makin memanas, dimulai sejak Nasdem mencalonkan Anies Baswedan sebagai capres 2024, Nasdem menjadi target operasi kekuasaan untuk menjegal Anies Baswedan agar tidak ikut dalam kontestasi pilpres 2024.
Puncaknya adalah mentersangkakan Menkominfo, Jhoni G Plate yang notebene sekjend partai Nasdem sebagai tersangka dugaan kasus proyek BTS.
Meski pemerintah berkali-kali membantah bahwa mentersangkakan Jhonny G. Plate sebagai tersangka dugaan korupsi dalam proyek BTS sebesar 8,32 T bukan intervensi politik kekuasan terhadap Kejaksaan Agung. Namun, publik justru melihat sebaliknya yaitu politik penggal yang sedang dijalankan oleh penguasa terhadap partai Nasdem.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- Wakil Bupati Asahan Hadiri Zikir dan Doa Akbar Untuk Jemaah Haji
- Babinsa Koramil 14/Panongan, Melaksanakan Pendampingan Kepada Petani
Hal ini diungkapkan oleh Agung Nugroho, direktur litbang Institut Jakarta hari ini (19/5) di Jakarta Selatan.
"Apalagi proyek BTS ini sejak awal memang memicu kontroversi, dimana sejak proses tender dalam proyek BTS tersebut" ujar Agung Nugroho yang juga aktivis 98 dari kampus IISIP Jakarta.
Menurut Agung dalam proses lelang, patut diduga manipulatif mulai sejak perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban.
"Dalam perencanaan proyek BTS, konsultan tidak benar dalam melakukan perencanaan. Dimana harganya lebih mahal dari harga pasar, belum lagi tendernya diduga diarahkan kepada perusahaan tertentu dan dimonopoli sehingga penawaran harganya tinggi karena tidak ada kompetisinya dalam lelang" ungkap Agung.
Agung menambahkan, dalam pelaksanaannya pun dilaksanakan semau-maunya karena merasa dibawah perlindungan kekuasaan.
"Sehingga diduga fiktif, terlambat, bahkan diduga kuat dikerjakan di tahun yang sudah jatuh tempo dan tidak lagi bisa dilakukan pembayaran" tambah Agung.
Agung menilai, bahwa kasus dugaan korupsi proyek BTS ini tidak berdiri sendiri, artinya memungkinkan keterlibatan elit politik lain dalam aliran uang dalam proyek tersebut.
"Kemungkinan keterlibatan elit politik lainnya selain Jhonny G. Plate terutama aliran uang dalam pembayaran suplayer barang-barang yang harganya mahal" ungkap Agung.
Agung menambahkan, sehingga tepat ketika Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang mengatakan kasus dugaan korupsi proyek BTS ini untuk dibongkar semuanya.
"Karena diduga kuat ada keterlibatan parpol lain dalam kasus dugaan korupsi proyek BTS ini, dan Jokowi harus bisa membongkar semua aliran uang yang didapat dari proyek ini untuk membuktikan bahwa dia tidak sedang melakukan politik penggal terhadap partai Nasdem" tutup Agung.

















