Kapolres Blitar dan Walikota Blitar Cek Kelayakan Bus Serta Cek Tes Urin Awak Armada Jelang Arus Mudik Lebaran

MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Untuk menjaga keamanan lalulintas lebaran 1446 h Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uly, SH Sik melakukan pengecekan bus di Terminal Patria bersama Walikota Blitar H. Syauqul Muhibin, S.H.I melakukan cek armada serta meninjau kegiatan tes urin bagi sopir dan awak armada di terminal Patria Kota Blitar pada Senin (24/03/25), kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Kapolres Blitar Kota, Titus Yudho Uly, mengatakan pengecekan ini dilakukan dalam rangka Operasi Ketupat 2025. Selain memastikan kelayakan kendaraan sebagai alat transportasi masyarakat, pihaknya juga melakukan tes urine bagi sopir dan penumpang guna memastikan mereka layak dalam perjalanan.
“Kami ingin memastikan tidak hanya kendaraan yang layak jalan, tetapi juga sopirnya dalam kondisi prima. Jika ditemukan indikasi penggunaan zat berbahaya,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Gubernur Jambi Sebut Kontribusi Besar PetroChina Memajukan Perekonomian Daerah
- Pengadilan Negeri Muara Teweh Gelar Sidang Lanjutan, TB Bahar 1299, Saksi Ahli Jaksa Belum Bisa Dihadirkan
- Sidang Pertama Kejadian TB Bahar 1299, Terdakwa RK Ajukan Eksepsi Penolakan
- Pemudik Lebaran 2025 Dihimbau Agar Waspada terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
- Bupati Asahan dan Wakil Bupati Asahan Ikuti Penyerahan SPPT PBB-P2 Tahun 2025
Titus juga menyebut bahwa peningkatan volume kendaraan diperkirakan terjadi pada 28 Maret. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan rekayasa lalu lintas.
“Kami akan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan parah, terutama di jalur-jalur utama mudik,” tambahnya.
Sementara itu Walikota Blitar H Syauqul Muhibbin S.H.I meminta agar para pengemudi dan pengguna transportasi umum agar selalu waspada saat berkendara. Ia menekankan pentingnya beristirahat jika merasa mengantuk demi menjaga keselamatan selama perjalanan.
“Keselamatan adalah yang utama. Jika merasa lelah atau mengantuk, lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat daripada membahayakan diri sendiri dan penumpang,” ujarnya, Senin.
Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan satu armada bus yang tidak layak beroperasi karena kondisi ban yang tidak memenuhi standar. Sementara itu, bus lainnya dinyatakan telah lulus uji kelaikan.
Pada saat itu dilalukan tes urin oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar serta dari Badan Narkotika Daerah Blitar, dan hasil sementara masih belum diketemukan urin yang posisitif narkoba. (za/mp)
