- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- PWHI Surati DPKAD Kab.Tangerang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel. Kutabumi
- Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
- Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien
- BNN Gandeng Citilink, Perangi Narkotika Jalur Udara
IPW: Mahasiswa UI Tewas Kecelakaan Jadi Tersangka Adalah Korban Ganda dan Bentuk Ketidakadilan

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta- Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti kasus mahasiswa Universitas Indonesia (UI) M Hasya Attalah Syaputra (18) yang tewas kecelakaan ditetapkan sebagai tersangka.
IPW menilai Hasya merupakan korban ganda atau double victim.Penetapan tersangka terhadap M.Hasya oleh kepolisian setelah Hasya meninggal dunia itu adalah satu status kena sebagai korban ganda atau Doble vicktim. Ini adalah satu bentuk ketidakadilan untuk korban,ungkap Ketua IPW Sugeng pada wartawan, Senin (31/01/2023).
IPW prihatin dengan korban mahasiswa Fisip UI semester pertama itu, dia menjadi korban ganda (double victim) setelah mati dilabel tersangka pula hanya untuk sekadar memberi rasa aman pada purnawirawan Polri pangkat AKBP agar tidak dituntut.
Baca Lainnya :
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Kajian Tarawih di Masjid UI, Menteri Nusron Bicara Sanad Keilmuan dan Etika Kepemimpinan
- Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Rijanto-Beky Sebagai Koreksi Capaian Pelaksanaan Visi - Misi
- Melalui KKNP-PTLP, Taruna/i STPN Ikut Andil dalam Pemutakhiran Data Digital Pertanahan
- Ketahui Ada PELATARAN, Masyarakat Cari Informasi Layanan Pertanahan di Hari Libur
" Ini hanya memberikan kepastian hukum kepada terduga pelaku purnawirawan AKBP Eko. Kepastian itu bertujuan melindungi AKBP Eko dari potensi proses hukum yang akan terkena," kata Sugeng.
Sugeng mengatakan potensi proses hukum dikaitkan dengan pertanggungjawaban pidana dalam teori kausulitas pidana.
" Mengapa saya katakan potensi Proses hukum ini dikaitkan dengan pertanggungjawaban pidana dalam teori kausulitas pidana. Harus diketahui apa sebab kematian daripada Harsa apakah sebab ditabrak atau dilindas oleh mobil Eko atau karena dia mati sebab terbentur aspal,"kata Sugeng.
Menurutnya dua fenomena atau fakta berbeda dikaji dari hukum kausalitas pidana. apabila kematiannya disebabkan oleh ditabrak setelah dia jatuh dan dilindas oleh mobil AKBP Eko tentunya harus diteliti dan dipertanggungjawabkan pidananya.
Harus dipertanggungjawabkan juga pidananya oleh AKBP Eko, karena menjadi sebab dari kematian. oleh karena itu sangat penting sekali dilakukan visum advertum untuk mengetahui sebab kematian Hasya.
Ditambahkan Sugeng, IPW sudah meminta kepada penyidik untuk melakukan gelar perkara khusus agar diberikan akses bagi keluarga korban atau kuasa hukum korban untuk mendapatkan informasi lengkap terkait dengan proses hasil penyelidikan dan bisa memasukan pendapat, usulan dan keberatan dalam kasus matinya hasya.
" Tidak kemudian penyidik melakukan tindakan sepihak tanpa memberikan kesempatan keluarga korban untuk meminta penjelasan," kata Sugeng.
Selanjutnya dari kuasa hukum korban dikatakan ada upaya manipulasi fakta menutup nutupi suatu proses karena ternyata SP2 HP yg diterima kuasa keluarga korban masih menyebut penyelidikan, sementara pada waktu yang sama atau bahkan sebelumnya sudah ada peningkatan status sidik dan penetapan tersangka.
" Hal ini adalah upaya untuk menyembunyikan informasi, yang mengarah pada suatu sikap yang berpihak menguntungkan pihak lain," katanya.
Oleh karena itu lanjut Sugeng propam harus turun tangan memeriksa potensi adanya dugaan pelanggaran prosedur dan pelanggaran kode etik dalam proses penyelidikan dalam proses perkara ini.
Terkait dengan tindakan Kapolda metro jaya Irjen pol Fadil imran, IPW merepon positif dan mengapresiasi dengan pembentukan tim gabungan dari eksternal kompolnas dan internal kepolisian yang artinya proses dari kinerja dari para penyidik harus diteliti ulang dan dinilai.
" Beberapa catatan masukan dari IPW , pertama mendalami sebab kematian dilindas atau dia terbentur aspal . kedua menggunakan teori kausulitas, ketiga prosedur prosedur terkait penyelidikan harus diteliti supaya keluarga korban mendapatkan informasi," tutup Sugeng.
Diketahui, penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menetapkan Hasya sebagai tersangka atas kasus kecelakaan yang menewaskan dirinya.
Polisi berkesimpulan kecelakaan tersebut diakibatkan kelalaian mahasiswa UI Hasya. Sementara itu, purnawirawan polisi dianggap bukan penyebab kecelakaan tersebut.
Atas dasar kesimpulan tersebut, polisi menghentikan penyidikan kasus kecelakaan tersebut. Sebab, tersangka, dalam hal ini M Hasya, tewas dalam kecelakaan itu. (ASl/Red/Mp)


.jpg)














