Breaking News
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
Harkop ke-75 Kota Tangerang Gelar Diskusi Penguatan Wawasan Kemandirian

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang -Momentum Hari Koperasi ke-75 di Kota Tangerang, bersama lembaga dan anggota koperasi menggelar diskusi. Hal ini dalam upaya ciptakan kebersamaan guna menguatkan kemandirian dan wawasan di bidang koperasi. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Perindagkopukm) Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan melalui momentum Hari Koperasi ke-75, pemerintah menggelorakan semangat 'Ayo Berkoperasi' dan ciptakan kemandirian.
"Dengan pelaksanaan kegiatan diskusi ini mendukung gerakan revolusi mental yang bertujuan untuk meningkatkan literasi perkoperasian dan menarik minat generasi muda untuk berkoperasi," katanya. Senin, (18/07/2022)
Menurutnya, selama ini banyaknya koperasi yang tidak aktif disebabkan oleh beberapa faktor hingga bisa dikatakan bubar begitu saja.
"Diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat menambah wawasan guna menguatkan kemandirian, kesejahteraan di masyarakat," harapnya.
Dijelaskan, adapun tujuan dari acara menyampaikan harapan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM untuk terus mendorong koperasi agar sejajar dengan badan usaha lain, memiliki sensitivitas usaha yang tinggi, dan diminati oleh generasi muda.
"Tak hanya lembaga koperasi, generasi muda juga harus dibekali dengan pengalaman berusaha serta pembangunan karakter yang berbasis nilai gotong royong dan usaha bersama yang secara keseluruhan akan diperoleh melalui koperasi.
Apalagi pemerintah sedang menyiapkan dukungan regulasi yang menjadi langkah penting agar koperasi terus diminati serta menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis, adaptif, dan akomodatif bagi kepentingan anggota dan masyarakat.
Diakhir ia menambahkan, saat ini fokus tentang pemberdayaan koperasi pada sektor riil karena memiliki koefisien tumbuh tinggi dan memiliki potensi nilai tambah yang besar.
"Hal ini juga sejalan dengan program yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2024," tutupnya.Adv

.jpg)









.jpg)





