- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
Haji 2026 Tetap Berangkat di Tengah Gejolak Timur Tengah, Disampaikan Usai Muscab PKB Majalengka

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI Fraksi PKB, Dr. KH. Maman Imanulhaq, M.M
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah memastikan keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal meski di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kepastian tersebut disampaikan usai gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Majalengka di Kantor DPC PKB Majalengka, Minggu (05/04/2026).
Anggota DPR RI Fraksi PKB, Dr. KH. Maman Imanulhaq, M.M menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
"Keberangkatan jemaah tetap sesuai jadwal. Pemerintah menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah," ujarnya.
Baca Lainnya :
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Rapat Paripurna Bupati Majalengka Eman Suherman Soroti Kualitas Proyek, DPRD Bereaksi
Berdasarkan jadwal, jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan pada 22 April 2026, dengan proses masuk asrama haji dimulai sejak 18 April. Melalui Kementerian Agama Republik Indonesia, pemerintah terus mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis maupun pelayanan.
Sejumlah peningkatan fasilitas menjadi perhatian, di antaranya perbaikan tenda di Arafah dengan sistem pumping block, peningkatan sarana sanitasi di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), serta peningkatan kualitas hotel dan katering dengan cita rasa Nusantara.
Selain kesiapan fasilitas, aspek kesehatan dan mental jemaah juga menjadi sorotan. Jemaah diimbau menjaga kondisi fisik, menjalani ibadah dengan rasa bahagia, serta menanamkan niat untuk meraih haji yang mabrur.
Di tengah kekhawatiran publik terkait konflik di Timur Tengah, pemerintah memastikan situasi tersebut tidak berdampak langsung terhadap pelaksanaan ibadah haji. Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi terus dilakukan guna menjamin keamanan jemaah.
Lebih dari sekadar ibadah, haji juga dimaknai sebagai momentum persatuan umat Islam di tengah berbagai perbedaan global.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa di tengah dinamika politik nasional maupun internasional, negara hadir memberikan kepastian dan perlindungan bagi warganya dalam menjalankan ibadah ke Tanah Suci. ** (Agit)

















