- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
Festival Tunas Bahasa Ibu ke 3 Barito Utara, Momentum Peluncuran Penerapan Bahasa Daerah di Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh– Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan penerapan bahasa daerah di seluruh sekolah se-Barito Utara, bertepatan dengan pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) ke-3 tahun 2025.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs. Muhlis, di Café Kopi Itah, Sabtu (18/10/2025).
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin T. Surapati, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan FTBI tahun ini berlangsung selama dua hari, mulai 18 hingga 19 Oktober 2025, dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Café Kopi Itah dan SMPN 2 Muara Teweh.
Baca Lainnya :
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
Menurut Syahmil, tujuan kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan, Mendeseminasikan, serta mempublikasikan Program Implementasi model perlindungan bahasa daerah.
Selain itu juga untuk meningkatkan sikap Positif terhadap bahasa daerah, serta mutu penggunaannya di lingkungan pendidikan,
Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi kepala sekolah, guru master, guru pendamping, dan siswa yang telah berkontribusi aktif dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah melalui kegiatan pembelajaran di sekolah.
Tahun ini tercatat 47 sekolah dari jenjang SD dan SMP yang berpartisipasi, dengan total 206 peserta. Berbagai kategori lomba yang dilaksanakan meliputi Karungut, Dongkoi, Komedi Tunggal, Cipta Puisi, Mendongeng, Pidato, dan Menulis Cerita Pendek.
Syahmiludin juga mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Barito Utara telah secara konsisten menyelenggarakan kegiatan FTBI sejak tahun 2023 hingga 2025, dan keberhasilan tersebut telah mengantarkan Kabupaten Barito Utara menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Kebudayaan RI.
“Tentunya capaian ini tidak terlepas dari dukungan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Kami berharap tahun ini Barito Utara kembali meraih penghargaan, baik di tingkat Provinsi maupun Nasional,” ungkapnya optimis.
Lebih lanjut, pada tahun 2025 ini terdapat penambahan bahasa daerah yang direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan untuk wilayah Barito Utara, yaitu bahasa Tewoyan, yang melengkapi dua bahasa sebelumnya yakni Bahasa Bakumpai dan Bahasa Maanyan.
Dalam kesempatan yang sama, Syahmiludin juga mengumumkan Launching Penerapan Bahasa Daerah di Lingkungan Sekolah se-Kabupaten Barito Utara, yang dikukuhkan melalui Instruksi Bupati Barito Utara Nomor 400.3.5/897.a/DISDIK/X/2025 tanggal 6 Oktober 2025.
“Momentum hari ini menjadi kebanggaan kita bersama. Penerapan bahasa daerah di sekolah merupakan langkah nyata dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat jati diri daerah,” tutur Syahmiludin.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi dan semangatnya dalam melestarikan bahasa ibu.
“Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan menguasai bahasa daerah dengan baik. Jangan lupa untuk selalu berbangga dengan budaya dan bahasa kita sendiri,” pungkas Syahmiludin, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara.
(Anti)
















