Breaking News
- DPRD Barito Utara dan Kemenkum Kalteng Sepakati Sinergi Pembentukan Produk Hukum
- DPRD Barito Utara Teken MoU dengan Kemenkum Kalteng, Perkuat Kualitas Produk Hukum
- H. Nurul Anwar Dorong Percepatan Infrastruktur untuk Keselamatan Warga Pendreh
- Parmana Setiawan Tekankan Penanganan Mendesak Longsor di Desa Pendreh
- Rosy Wahyuni Siap Kawal Aspirasi Warga Pendreh Terkait Longsor dan Jalan
- Patih Herman Dalam Reses, Serap Aspirasi Warga Terkait Perkuatan Tebing Di Desa Pendreh
- WFH Dipertanyakan, DPR Angkat Suara : Hemat BBM atau Sekadar Ilusi Kebijakan
- DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Kedamaian
- Sekretariat DPRD Barito Utara Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 Hijriah
- BKPSDM Majalengka Siap Lantik CPNS Jadi PNS, Momentum Awal Abdi Negara
Festival Bakar Ikan Nusantara, Wujud Kebhinekaan Makanan

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Nusantara yang memiliki motto Bhineka Tunggal Ika, tidak hanya ditunjukan pada keberagaman suku bangsa dan agama, akan tetapi makanan juga termasuk didalamnya, yakni Bhineka Tunggal Ika, sebagai langkah menumbuh kembangkan cita rasa khas makanan dari berbagai daerah di Nusantara. PDI Perjuangan yang identik dengan partainya wong cilik menggelar secara serentak di seluruh Indonesia dari DPP, DPD, dan DPC PDI Perjuangan pada Sabtu (25/06/22), mengikuti secara virtual acara tersebut serentak bersama 500 DPD se Indonesia yang dibuka oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. "Ini adalah Program PDI Perjuangan dalam mensukseskan kedaulatan pangan di Indonesia. Kedaulatan pangan ini adalah sebuah bukti adanya Kebhinekaan, yang juga termasuk makanan - makanan khas nusantara, selain itu acara ini juga ingin menunjukan eksistensi sumber pangan di Indonesia memiliki keragaman, ditengah krisis pangan di dunia Indonesia masih mampu menjawab semua persoalan, contohnya seperti saat ini dimana perang Ukraina dengan Rusia yang sedang berkecamuk, soal pangan Indonesia secara nyata tidak merasakan imbas atau dampak yang berarti," tutur Ketua DPP PDI P Puan Maharani yang juga sebagai Ketua DPR RI. Sementara itu Ketua Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, kepada wartawan saat berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro sebagai tempat yang dipilih untuk menggelar Festival Bakar Ikan Indonesa, menyebutkan acara yang digelar serentak oleh Partai ini adalah wujud besarnya PDI Perjuangan sebagai Partainya wong cilik, program yang satu ini adalah sesuatu yang sangat istimewa, setidaknya akan lebih mengangkat perekonomian bagi usaha wong cilik, serta menyuburkan usaha makanan kuliner termasuk sea food, dan olahan makanan kuliner lainya seperti bebek, ayam bakar yang dikelola oleh pegiat UMKM.
"DPC PDI Perjuangan Kabupaten saat ini menyajikan 1 kwintal ikan yang siap dibakar untuk dinikmati bersama rakyat seperti ayam bakar, mentok bakar yang disajikan dengan varian menu. Acara siang itu diikuti oleh 22 PAC seluruh Kabupaten Blitar, dari sini kita akan lebih mengenal masing masing cita rasa masakan ikan bakar," ujarnya.
Dari beberapa sajian aneka jenis masakan berbahan baku ikan ini masih ujar Suwito Saren yang juga ketua DPRD Kabupaten Blitar ini juga menyebut, hasil masakan dari 22 Pengurus Cabang (PAC) yang melibatkan para pelaku UMKM ini sejalan dengan peringatan bulan Bung Karno, Festival tetap berkonsep dengan resep Mustika Rasa Indonesia dengan ragam suku adat dan budaya daerah yang termasuk jenis masakan olahan.
Dilain sisi M.Taufic juga menjelaskan ada kalimat mustika rasa resep masakan Nusantara, karena itu sebagai warisan Bung Karno yang telah mendata resep masakan di Nusantara.
Dari buku yang diluncurkan pada tahun 1967 bekerjasama dengan Kementrian Pertanian sedikitnya ada 1.600. Jumlah resep masakan Nusantara, buku sebal 1200 halaman ini membutuhkan proses penulisan sejak tahun 1958 yang dipimpin oleh Kementerian Pertanian. Melibatkan 3 menteri Pertanian. Menteri Brigjend Aziz 1958, Menteri Sujarwo 1962, dan Menteri Sucipto 1967.
Prosesnya ialah mengumpulkan resep makanan seluruh Indonesia, mencoba resep makanan, membukukan dan mendiseminasikan informasi," pungkas M Taufich mantan Ketua DPRD Kabupaten Blitar di eranya.(za/mp)

















