- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
Evolusi Koperasi dan UMKM Jadi Kunci Indonesia Maju 2045

MEGAPOLITANPOS.COM, Solo Baru - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan, evolusi koperasi dan UMKM menjadi salah satu kunci dalam menjadikan Indonesia negara maju di tahun 2045.
“Kondisi perekonomian Indonesia yang mampu tumbuh di atas 5 persen selama 7 triwulan berturut-turut akan menjadi momentum untuk mengevolusi UMKM dan koperasi. Jadi bagaimana kita mengubah usaha informal ke formal, semula tidak produktif menjadi lebih produksi berkat teknologi. Itulah evolusi,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah 2023 bertajuk Transformasi Koperasi dan UMKM Masa Depan di Solo Baru, Jawa Tengah, Sabtu (12/8).
Lebih lanjut, Menteri Teten menambahkan saat ini Indonesia perlu mendorong dan mengembangkan UMKM dan koperasi. Menurutnya saat ini fokus pengembangan produk UMKM bukan lagi sekadar memikirkan soal kemasan saja, tapi juga memanfaatkan inovasi teknologi dan menonjolkan keunggulan domestik.
Baca Lainnya :
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
“Daerah harus mulai mengidentifikasi potensi lokal dan keunggulan domestik masing-masing. Jangan sama semua. Saya tidak bisa melihat produk unggulan daerahnya. Tahap ini sudah selesai, kita move on masuk ke inovasi teknologi dan menonjolkan keunggulan dometik kita,” kata Menteri Teten.
Menurutnya, saat ini terdapat dua kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bagian evolusi UMKM dan koperasi. Kebijakan tersebut adalah substitusi impor dan hilirisasi.
Kebijakan substitusi impor telah membuat belanja pemerintah sebanyak 40 persen untuk produk lokal atau UMKM. Sementara itu, kebijakan hilirisasi juga dapat dimanfaatkan untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah tapi menciptakan beragam produk jadi dari bahan-bahan tersebut.
“Hilirisasi misalnya kita kaya dengan rumput laut. Lalu ada sawit ini kita bangunkan pabrik CPO dan minyak makan merahnya. Kita juga punya karet untuk dihilirisasi, dan juga kelapa yang hasil olahannya dianggap lebih sehat dan pro lingkungan. Banyak juga di daerah penghasil jahe, kunyit, dan sebagainya. Ini bisa untuk menyuplai industri farmasi dan makanan,” tuturnya.
Dengan begitu, kata Menteri Teten Ini akan mendorong investasi ke pengolahan hasil bumi, tambang, hasil kebun, pertanian, kelautan, dan yang lainnya.
“Jadi UMKM tidak hanya menghasilkan kuliner, anyaman, dan lainnya saja, itu sudah cukup bagus. Kita move on membuat UMKM yang menjadi bagian rantai pasok industri,” ujar Menteri Teten.
Menteri Teten juga menekankan saat ini seluruh dunia memiliki struktur ekonomi yang sama dengan Indonesia. Dalam hal ini UMKM merupakan sektor usaha yang paling dominian. Namun, UMKM di luar sana tidak berdiri sendiri tapi telah menjadi bagian dari rantai pasok industri.
“Di sana masuk ke produk berteknologi tinggi dan bagian dari rantai pasok industri. Jadi bukan lagi UMKM bersaing dengan produk industri. Tatanan ini perlu dibangun. Ini perlu dikaitkan dengan roadmap kita menjadikan Indonesia sebagai negara maju di 2045,” katanya.(Reporter: Achmad Sholeh)

















