- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
- Puspom TNI Merilis 4 Identitas Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
- Penghujung Ramadhan, Forwat Gelar Sarasehan Bukber dan Sodaqoh
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- Babinsa bersama Komduk gelar Patroli Siskamling Jelang Idul Fitri
- Dipenghujung Ramadhan 1447 H, Pemkab Barut Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Dalam Nuansa Ramah Tamah Dan Buka Puasa Bersama
- Ribuan Warga Terima Bantuan, Pemkab Barito Utara Salurkan Kartu Huma Betang
- Musrenbang RKPD 2027 di Palangka Raya, Shalahuddin Gaspol Perjuangkan Program Prioritas Barito Utara
- Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
DKPP Kota Blitar dan PDHI Gelar Bakti Soial Kesehatan Hewan Piaraan Gratis

Keterangan Gambar : Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan komunitas Love Love Meong menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan hewan khususnya kucing secara gratis
MEGAPOLITANPOS.COM,Blitar - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan komunitas Love Love Meong menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan hewan khususnya kucing secara gratis, di Puskeswan baru lalu.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, kolaborasi DKPP Kota Blitar dan PDHI ini juga mengadakan layanan operasi kastrasi atau steril gratis pada kucing jantan.
M Bahroji, salah satu pecinta kucing mengaku, kegiatan itu sangat membantu para penggemar kucing. Menurutnya, para pecinta kucing kadang-kadang agak susah untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya.
Baca Lainnya :
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
"Kegiatan ini sangat membantu pecinta kucing. Kadang-kadang kami agak susah mau periksakan kucing. Karena harus antre dan janjian dulu dengan dokter," kata warga Jalan Sumba itu.
Dikatakan Bahroji, dengan kegiatan itu, para pecinta kucing bisa langsung konsultasi degan dokter hewan terkait kesehatan hewan peliharaannya.
"Kalau ada kegiatan seperti ini lumayan bagi pecinta kucing. Kami bisa konsultasi langsung terkait kesehatan kucing. Kalau diobati sendiri tidak tahu dosisnya malah bahaya," ujarnya.
Lanjutnya, pemeriksaan kesehatan kucing di sini juga gratis. Biasanya, kalau periksa sendiri minimal mengeluarkan biaya Rp 50.000.
"Kalau periksa sendiri ke klinik tergantung kondisi kesehatan kucing. Minimal sekali periksa biayanya Rp 50.000," kata dia lagi.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Blitar, Rodiyah mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan kastrasi pada kucing secara gratis.
"Kali ini ada 50 ekor kucing yang ikut pemeriksaan kesehatan dan 10 ekor kucing ikut kastrasi. Layanan kastrasi dilakukan untuk mengendalikan populasi kucing di Kota Blitar.
"Selain untuk mengendalikan populasi, kegiatan ini juga untuk mencegah penyakit hewan menular," ujarnya menambahkan.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Blitar Santoso yang berkenan hadir mengapresiasi kegiatan baksos tersebut.
"Ini sangat luar biasa karena sekaligus juga disosialisasikan gemar makan telur dan minum susu untuk asupan gizi kepada kita, khususnya bagi komunitas Love Love Meong.
Wali Kota Santoso mengapresiasi kegiatan pagi itu dimana juga dilakukan kastrasi atau pengebirian kucing jantan agar perkembangbiakan kucing bisa dikendalikan.
"Kucing itu merupakan hewan yang menyenangkan dan mengasyikkan tapi kalau populasinya cukup besar dan tidak terpelihara maka dapat menimbulkan penyakit yang bisa menular pada manusia," kata Santoso.
Menurutnya, kastrasi dilakukan supaya populasi kucing dapat dikendalikan dan tetap bisa dipelihara dengan baik. Sebab jika tidak, pemilik kucing akan kerepotan juga ketika hewan peliharaannya itu semakin banyak dan akhirnya dibuang di sembarang tempat seperti pasar dan terminal.
"Ada 10 ekor kucing jantan yang dilakukan kastrasi. Sedangkan yang diperiksa kesehatannya sebanyak 50 ekor kucing. Di sini juga disediakan bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai kesehatan hewan peliharaannya," ungkap Santoso.
Pihaknya berharap, adanya layanan dan pemeriksaan terhadap hewan peliharaan khususnya kucing di Kota Blitar akan terjaga kesehatannya seperti anjing, sementara masih dalam proses. Di Kota Blitar sendiri kebetulan sudah ada warga masyarakat yang peduli terhadap anjing-anjing liar.
"Semoga kegiatan ini bisa berjalan dan dikembangkan, tidak sebatas hanya terhadap kucing," pungkasnya.** (za/mp)
















