- Saldo Nasabah Raib Jutaan Rupiah Lewat QRIS, CBA: BCA Harus Tanggung Jawab dan OJK Lemah Pengawasan
- Bupati Barito Utara Tegaskan Penindakan Terhadap Pelangsir dan Penimbun BBM.
- Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas
- Paska Insiden Keracunan Makan MBG Anggota DPR RI Nurhadi : BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG.
- Cegah Stunting Dan Pemenuhan Gizi : Dinas Perikanan Bagikan 150 Paket Olahan Ikan Untuk Ibu Hamil Dan Balita Serta Lansia Di Kecamatan Curug.
- Elim Tyu Samba : PBSI Kota Blitar Harus Semakin Solid Bina Prestasi Bulu Tangkis .
- Hak Sewa 20 Tahun Berakhir, Perumda Pasar Tangerang Mulai Tata Pedagang Pasar Anyar.
- Pemkab Barito Utara Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD
- Bupati Barito Utara Luncurkan Dua Layanan Inovatif bagi Pendamping Pasien di RSUD Muara Teweh
- Pemkab Barito Utara Gelar Ramah Tamah, Lepas Kepala Pengadilan Agama dan Sambut Kajari Baru
Dinkes Barut Monitoring Dan Evaluasi Program Tuberculosis 2025

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Pemkab Barito Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar Monitoring dan Evaluasi (MONEV) program Tuberkulosis (TBC) tahun 2025.
Kegiatan diikuti oleh seluruh pengelola program TBC baik di RSUD, Puskesmas, Labkesda maupun Klinik Mandiri se-Kabupaten Barito Utara, Kamis (02/10/2025).
Pada kegiatan tersebut, seluruh peserta mendapatkan materi tentang Analisa dan Situasi program TB di Kabupaten Barito Utara, praktik SITB (Pencatatan dan Pelaporan), pemaparan materi TBC serta komitmen bersama Eliminasi TBC.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Kantah Kab Tangerang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Pengaduan
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Kunjungi Dua Kantah di Sumut, Wamen Ossy _Monitoring_ Kesiapan WBBM hingga Serahkan Sertipikat kepada Masyarakat
Kepala Dinkes Kabupaten Barito Utara melalui Kepala Bidang PSDK, Yessi Aria Puspita, SKM., M.Kes membuka secara langsung kegiatan tersebut.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan Tuberkulosis mulai dari penemuan hingga pengobatan kasus.
"Selain itu, melakukan koordinasi antar faskes sebagai bentuk integrasi program yang berfokus pada pasien, mengevaluasi tatalaksana dan update program Tuberkulosis serta melakukan kegiatan monitoring terintegrasi program Tuberkulosis" .Yessi menerangkan.
Sebagai salah satu negara yang mempunyai beban TBC yang besar di dunia, Indonesia telah menyatakan TBC sebagai kedaruratan kesehatan secara nasional.
Disamping itu terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian yaitu meningkatnya kasus TBC-MDR, TBC-HIV, TBC dengan DM, TBC pada anak dan masyarakat rentan lainnya.
“Hal ini memacu pengendalian TBC nasional terus melakukan intensifikasi, akselerasi, ekstensifikasi dan inovasi program. Salah satu komitmen yang dilakukan Indonesia adalah mengembangkan peta jalan (Road Map) untuk mencapai tujuan eliminasi Tuberkulosis di tahun 2030,” tutupnya.
(A)















