- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
Dinkes Barut Monitoring Dan Evaluasi Program Tuberculosis 2025

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Pemkab Barito Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menggelar Monitoring dan Evaluasi (MONEV) program Tuberkulosis (TBC) tahun 2025.
Kegiatan diikuti oleh seluruh pengelola program TBC baik di RSUD, Puskesmas, Labkesda maupun Klinik Mandiri se-Kabupaten Barito Utara, Kamis (02/10/2025).
Pada kegiatan tersebut, seluruh peserta mendapatkan materi tentang Analisa dan Situasi program TB di Kabupaten Barito Utara, praktik SITB (Pencatatan dan Pelaporan), pemaparan materi TBC serta komitmen bersama Eliminasi TBC.
Baca Lainnya :
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
- Bupati Majalengka Alarmkan Lonjakan HIV dan TBC, Kasus Terus Naik
- Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Kantah Kab Tangerang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Pengaduan
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
Kepala Dinkes Kabupaten Barito Utara melalui Kepala Bidang PSDK, Yessi Aria Puspita, SKM., M.Kes membuka secara langsung kegiatan tersebut.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan Tuberkulosis mulai dari penemuan hingga pengobatan kasus.
"Selain itu, melakukan koordinasi antar faskes sebagai bentuk integrasi program yang berfokus pada pasien, mengevaluasi tatalaksana dan update program Tuberkulosis serta melakukan kegiatan monitoring terintegrasi program Tuberkulosis" .Yessi menerangkan.
Sebagai salah satu negara yang mempunyai beban TBC yang besar di dunia, Indonesia telah menyatakan TBC sebagai kedaruratan kesehatan secara nasional.
Disamping itu terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian yaitu meningkatnya kasus TBC-MDR, TBC-HIV, TBC dengan DM, TBC pada anak dan masyarakat rentan lainnya.
“Hal ini memacu pengendalian TBC nasional terus melakukan intensifikasi, akselerasi, ekstensifikasi dan inovasi program. Salah satu komitmen yang dilakukan Indonesia adalah mengembangkan peta jalan (Road Map) untuk mencapai tujuan eliminasi Tuberkulosis di tahun 2030,” tutupnya.
(A)



.jpg)










