- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Terkait Isu Dugaan Penyekapan dan Pemerasan di Percetakan “Mau Print”, Pemilik Percetakan Memberikan Klarifikasi dan Memohon Masyarakat Jangan Mudah Terbawa Opini Sesaat
- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
Dikhawatirkan Ganggu Penerbangan, Pemkot Terjunkan 450 Personil Padamkan TPA Rawa Kucing

Keterangan Gambar : Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan upaya maksimal untuk menanggulangi musibah kebakaran yang melanda TPA Rawa Kucing pada siang hari ini.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan upaya maksimal untuk menanggulangi musibah kebakaran yang melanda TPA Rawa Kucing pada siang hari ini. Sampai Jumat malam (20/10), 450 petugas gabungan dari BPBD, DLH, PUPR, Disbudpar dan juga Satpol PP masih bertahan di lokasi untuk memadamkan api.
"Begitu kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Pemkot langsung menerjunkan tim agar proses pemadaman bisa segera padam," terang Kepala Bagaian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Mualim Jumat malam (20/10/2023).
"Dan sampai malam ini petugas masih bertahan di lokasi untuk memadamkan kebakaran yang masih berlangsung," imbuhnya.
Baca Lainnya :
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
Selain menerjunkan personil, lanjut Kabag Prokomp, Pemkot juga menurunkan sebanyak 24 mobil pemadam kebakaran, 20 mobil tangki pertamanan, 4 unit mobil tangki DLH dan juga mobil dari Perumda Tirta Benteng.
"Proses pemadaman masih terus dilakukan, sambil kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait," bebernya.
"Kami juga mengucapkan teirima kasih kepada AP 2 yang telah membantu memadamkan juga," sambungnya.
Selain upaya tersebut, jelas Mualim Pemkot juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta bantuan dari Basarnas.
"Tadi Pak Wali juga sudah menghubungi pihak KLHK untuk meminta bantuan water bombing, agar bisa cepat dipadamkan," terangnya.
Mualim menjelaskan, seluruh langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran, terlebih TPA Rawa Kucing lokasinya tidak jauh dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Kekhawatiran itu ada, oleh karenanya kita terus berusaha maksimal untuk melakukan pemadaman," jelasnya.
"Tadi siang anginnya kan juga cukup kencang ya, makanya apinya cepat menjalar. Kalau nanti anginnya mengarah ke bandara ini yang kita khawatirkan," imbuh Mualim.
Sementara itu, peneliti kebijakan publik IDP-LP, Riko Noviantoro menegaskan bahwa keamanan bandara harus diprioritaskan, karena bandara menjadi potret keamanan nasional serta hal apapun yg terjadi di bandara, bisa menjadi isu regional bahkan global.
"Maka pemerintah pusat, daerah dan otoritas bandara perlu segera lakukan upaya memadamkan api," terangnya.
Lalu, Riko melanjutkan, persoalan kebakaran TPA bukanlah hal yang baru. Banyak lokaos TPA di berbagai daerah yang mengalami hal serupa akibat beberapa faktor. Mulai dari faktor eksternal suhu udara tinggi, hingga faktor internal terjadinya penumpukan gas metana yang mudah memicu kebakaran.
"Untuk itu di sejumlah negara telah mengubah pengelolaan sampah dengan berbagai pendekatan. Hal ini yang mulai perlu dilakukan pemerintah daerah, agar pengelolaan sampah tidak lagi berkonsep Open Dumping," tutup Riko. ** (Jhn)











.jpg)





