- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Dikhawatirkan Ganggu Penerbangan, Pemkot Terjunkan 450 Personil Padamkan TPA Rawa Kucing

Keterangan Gambar : Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan upaya maksimal untuk menanggulangi musibah kebakaran yang melanda TPA Rawa Kucing pada siang hari ini.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan upaya maksimal untuk menanggulangi musibah kebakaran yang melanda TPA Rawa Kucing pada siang hari ini. Sampai Jumat malam (20/10), 450 petugas gabungan dari BPBD, DLH, PUPR, Disbudpar dan juga Satpol PP masih bertahan di lokasi untuk memadamkan api.
"Begitu kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Pemkot langsung menerjunkan tim agar proses pemadaman bisa segera padam," terang Kepala Bagaian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Mualim Jumat malam (20/10/2023).
"Dan sampai malam ini petugas masih bertahan di lokasi untuk memadamkan kebakaran yang masih berlangsung," imbuhnya.
Baca Lainnya :
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
Selain menerjunkan personil, lanjut Kabag Prokomp, Pemkot juga menurunkan sebanyak 24 mobil pemadam kebakaran, 20 mobil tangki pertamanan, 4 unit mobil tangki DLH dan juga mobil dari Perumda Tirta Benteng.
"Proses pemadaman masih terus dilakukan, sambil kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait," bebernya.
"Kami juga mengucapkan teirima kasih kepada AP 2 yang telah membantu memadamkan juga," sambungnya.
Selain upaya tersebut, jelas Mualim Pemkot juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta bantuan dari Basarnas.
"Tadi Pak Wali juga sudah menghubungi pihak KLHK untuk meminta bantuan water bombing, agar bisa cepat dipadamkan," terangnya.
Mualim menjelaskan, seluruh langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran, terlebih TPA Rawa Kucing lokasinya tidak jauh dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Kekhawatiran itu ada, oleh karenanya kita terus berusaha maksimal untuk melakukan pemadaman," jelasnya.
"Tadi siang anginnya kan juga cukup kencang ya, makanya apinya cepat menjalar. Kalau nanti anginnya mengarah ke bandara ini yang kita khawatirkan," imbuh Mualim.
Sementara itu, peneliti kebijakan publik IDP-LP, Riko Noviantoro menegaskan bahwa keamanan bandara harus diprioritaskan, karena bandara menjadi potret keamanan nasional serta hal apapun yg terjadi di bandara, bisa menjadi isu regional bahkan global.
"Maka pemerintah pusat, daerah dan otoritas bandara perlu segera lakukan upaya memadamkan api," terangnya.
Lalu, Riko melanjutkan, persoalan kebakaran TPA bukanlah hal yang baru. Banyak lokaos TPA di berbagai daerah yang mengalami hal serupa akibat beberapa faktor. Mulai dari faktor eksternal suhu udara tinggi, hingga faktor internal terjadinya penumpukan gas metana yang mudah memicu kebakaran.
"Untuk itu di sejumlah negara telah mengubah pengelolaan sampah dengan berbagai pendekatan. Hal ini yang mulai perlu dilakukan pemerintah daerah, agar pengelolaan sampah tidak lagi berkonsep Open Dumping," tutup Riko. ** (Jhn)














