- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.
- Babinsa dan Komduk Intensifkan Patroli Malam.
- PRI Bidik Generasi Z, Budi Pramono: Anak Muda Jadi Kekuatan Partai
- Dandim 0506/Tgr Tinjau Langsung Distribusi 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Koceak.
- Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri dan Komjen Wisnu Hadiningrat sebagai Wakapolri
- Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei.
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai-Nilai Pancasila.
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga NKRI.
Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.
.jpg)
Keterangan Gambar : Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi setelah mengalami luka bakar akibat terperosok ke timbunan limbah blotong panas yang diduga berasal dari Pabrik Gula RMI.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Dua warga Desa Kedungwungu, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, harus dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi setelah terperosok ke timbunan limbah blotong panas diduga berasal dari Pabrik Gula Rejoso Manis Indonesia (RMI), Rabu (30/09/26).
Keduanya, Gianto (53) dan Maryani (46), mengalami luka bakar sekitar 20 persen. Luka paling parah berada di bagian kaki setelah keduanya terperosok ke limbah yang disebut warga masih dalam kondisi panas dan mengalir hingga ke sekitar jalan serta lahan penduduk.
Peristiwa tersebut kembali membuka persoalan klasik di sekitar aktivitas pabrik: bagaimana limbah yang semestinya dikelola dengan baik justru disebut warga mengancam keselamatan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.
- Babinsa dan Komduk Intensifkan Patroli Malam.
- PRI Bidik Generasi Z, Budi Pramono: Anak Muda Jadi Kekuatan Partai
- Dandim 0506/Tgr Tinjau Langsung Distribusi 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Koceak.
Informasi yang dihimpun, limbah blotong tersebut dibuang di kawasan timur masjid di Dusun Kedung Glagah, Desa Kedungwungu. Limbah kemudian mengalir ke arah jalan dan ladang milik warga.
Kedua korban disebut berupaya mengatasi aliran limbah agar tidak semakin meluas. Namun, kondisi limbah yang menyerupai abu sekaligus masih panas membuat keduanya kehilangan pijakan dan terperosok.
Teriakan minta tolong dari kedua korban sontak mengundang perhatian warga.
“Limbah mengalir seperti lahar panas. Begitu kedua korban berteriak minta tolong, warga langsung memberikan pertolongan,” ungkap Kusni, salah seorang warga sekitar .
Warga kemudian mengevakuasi kedua korban dan membawanya ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis.
Persoalan ini memantik keresahan warga. Sebab, limbah dari aktivitas pabrik bukan kali pertama menjadi sorotan masyarakat sekitar. Kali ini, persoalannya bukan lagi sekadar soal lingkungan yang tercemar, tetapi sudah menyentuh keselamatan warga.
“Ini mana warga yang peduli lingkungan? Kalau limbah pabrik sampai mencemari lingkungan dan warga menjadi korban, lagi-lagi wong cilik yang menjadi korban,” timpal Sukiran, warga setempat.
Dua Korban Jalani Perawatan
Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ulfa Azizatuddiyanah, membenarkan adanya dua pasien yang mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut.
“Iya benar, sekarang dirawat di Ngudi,” ujar Ulfa.
Menurutnya, kedua pasien terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Keduanya mengalami luka bakar sekitar 20 persen.
“Ada dua korban, laki-laki dan perempuan. Luka bakar 20 persen. Tadi sudah dilakukan perawatan luka bakar di kamar operasi, sekarang dirawat di ruang Bima,” jelasnya.
Ulfa menambahkan, luka bakar pada kedua pasien sebagian besar berada di bagian kaki.
“Sebagian besar luka bakar di kaki,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Pabrik Gula RMI belum memberikan keterangan terkait dugaan pembuangan limbah blotong tersebut.
Konfirmasi kepada pihak perusahaan masih terus diupayakan, terutama terkait prosedur pengelolaan dan pembuangan limbah, lokasi pembuangan, serta bagaimana limbah panas tersebut bisa mengalir hingga mendekati akses dan lahan warga.
Jika benar limbah panas tersebut berada di ruang yang dapat diakses masyarakat dan kemudian menyebabkan dua warga mengalami luka bakar, persoalan ini tentu tidak bisa berhenti sebatas insiden kecelakaan.
Sebab, ada keselamatan warga, ada lingkungan, dan ada tanggung jawab pengelolaan limbah yang perlu dijelaskan secara terang. ( za/mp )


.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)






