Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana

By Achmad Sholeh(Alek) 03 Okt 2026, 10:13:22 WIB UMKM
Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana

Keterangan Gambar : Wamen UMKM Helvi Moraza


MEGAPOLITANPOS.COM, Padang– Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pendampingan bagi 38 ribu pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Melalui bantuan, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan, pemerintah berupaya mendorong pelaku usaha tidak hanya bangkit, tetapi juga berkembang dan meningkatkan daya saing.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta fasilitasi pembiayaan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menegaskan, pemulihan UMKM terdampak bencana merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus dilakukan secara serius, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Baca Lainnya :

Hal itu disampaikan Helvi dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana di Kampus Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2026).

Menurut Helvi, tantangan terbesar bagi pengusaha UMKM justru muncul setelah bencana terjadi. Selain kehilangan peralatan produksi dan persediaan barang, mereka juga harus membangun kembali pelanggan serta memulihkan sumber penghasilan keluarga.

“Dampak bencana terhadap UMKM dan bagaimana mengantisipasinya justru menjadi tantangan paling berat setelah bencana terjadi. Karena itu, kami hadir untuk memastikan pengusaha UMKM mendapatkan pendampingan agar bisa memulai kembali usahanya dan menjaga keberlanjutannya,” ujar Helvi.

Ia mengungkapkan, pemerintah telah menyalurkan bantuan Presiden kepada sekitar 38 ribu UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat dengan total alokasi mencapai Rp115 miliar.

Namun, menurut Helvi, pemulihan usaha tidak cukup hanya mengandalkan bantuan keuangan. Para pengusaha juga membutuhkan pelatihan dan pendampingan agar mampu mengelola bantuan secara produktif serta mengembangkan usahanya.

Kementerian UMKM pun mengarahkan program pendampingan pada peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, penguatan pemasaran, hingga perluasan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Klinik UMKM Minang Bangkit

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kementerian UMKM sebelumnya telah mengaktifkan Klinik UMKM Minang Bangkit pada 23 Januari 2026.

Program tersebut mengusung tiga tahapan pendampingan, yakni pulih mental, pulih usaha, dan bertumbuh. Melalui pendekatan ini, pengusaha diharapkan dapat melewati proses pemulihan secara bertahap hingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Dalam kegiatan di Universitas Andalas, penguatan kapasitas difokuskan untuk mendorong UMKM memasuki tahap pertumbuhan.

Program Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana secara keseluruhan dirancang menjangkau 1.475 pengusaha UMKM dan wirausaha di tiga regional. Sebanyak 752 peserta Regional II mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Kota Padang.

Helvi menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari dampak nyata terhadap perkembangan usaha.

Indikator keberhasilan tersebut antara lain kembali berjalannya produksi, meningkatnya jumlah pesanan, terbukanya akses pasar, bertambahnya pendapatan, serta terjaganya mata pencaharian masyarakat.

“Keberhasilan kita juga tidak cukup diukur dari jumlah pelatihan atau peserta yang hadir. Ukurannya harus terlihat pada perubahan nyata seperti produksi kembali berjalan, pesanan bertambah, pasar terbuka, pendapatan meningkat, dan mata pencaharian masyarakat tetap terjaga,” ungkapnya.

Gubernur Sumbar Apresiasi Pendampingan UMKM

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi langkah Kementerian UMKM dalam memperkuat usaha masyarakat yang terdampak bencana.

Menurut Mahyeldi, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Saat ini, Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM yang menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat.

“Sumatera Barat memiliki hampir 750 ribu UMKM. Jika satu UMKM menopang satu keluarga dengan rata-rata lima orang, maka hampir empat juta masyarakat kita bergantung pada aktivitas ekonomi UMKM. Ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan sektor UMKM bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai pendampingan bagi pengusaha terdampak bencana menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat membangun kembali usaha dan sumber penghidupan mereka.

Mahyeldi juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah serta berbagai pihak dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Kementerian UMKM mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga inkubator, perbankan, dan mitra strategis lainnya.

Melalui sinergi tersebut, pengusaha UMKM diharapkan mendapatkan pendampingan lanjutan, konsultasi usaha, akses pembiayaan, serta solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.

Kementerian UMKM berharap upaya pemulihan di Sumatera Barat tidak hanya mengembalikan aktivitas usaha seperti sebelum bencana, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas, memperluas kesempatan ekonomi, dan memperkuat daya saing produk lokal.





  • Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana

    🕔10:13:22, 03 Okt 2026
  • Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

    🕔18:31:50, 02 Okt 2026
  • Kolaborasi BNI dan IAS, Layanan Pendampingan Bandara Kini dalam Genggaman

    🕔14:34:18, 02 Okt 2026
  • Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global

    🕔12:03:21, 02 Okt 2026
  • Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT

    🕔22:52:34, 30 Sep 2026