- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
Diaspora Loan BNI Bantu Wulandari Ekspansi Usaha Makanan Halal di Jepang

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Kecekatan dalam melihat peluang menjadi landasan bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnis mereka. Hal ini tepat dilakukan oleh Wulandari, pemilik Cafe Bintang Osaka, untuk mengembangkan usahanya di Jepang.
Bermula dari fenomena meningkatnya jumlah wisatawan ke Jepang, terutama negara-negara Muslim, yang mencari makanan halal, Wulandari berinisiatif membuka restoran yang menyajikan hidangan halal di negeri matahari terbit tersebut.
"Usaha kami dimulai pada 2 Februari 2014. Saat itu, sudah mulai datang wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang mencari makanan halal. Di Osaka, sulit mencari makanan halal, terutama masakan Indonesia. Jadi, kami memutuskan untuk mencoba peruntungan dan berbisnis di sini," ungkap Wulandari.
Baca Lainnya :
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
Meskipun mengalami pasang surut, seperti pepatah yang mengatakan usaha tidak akan mengkhianati hasil, hal ini berlaku untuk Wulandari. Saat ini, dia sudah mengoperasikan tiga cabang restoran di Jepang.
Untuk pengembangan lebih lanjut, dia mengaku membutuhkan central kitchen dalam rangka memastikan kualitas dan konsistensi hidangan di ketiga restorannya. Adapun untuk mewujudkannya, pihaknya sedang dalam proses mendapatkan pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, melalui program diaspora loan.
"Sekarang kami sedang proses kerja sama dengan BNI untuk program diaspora loan. Ini merupakan inisiatif terbaru dari BNI untuk membantu wirausahawan diaspora di luar negeri mengembangkan usahanya. Rencananya, saya akan mengajukan pinjaman untuk membeli gedung sebagai central kitchen," jelasnya.
Wulandari menegaskan, diaspora loan BNI akan mempermudah dirinya untuk mengembangkan usahanya lebih baik lagi. Ke depan, setelah mendapatkan central kitchen, dia berencana untuk mengembangkan berbagai masakan halal untuk para pengunjung, termasuk membuat berbagai masakan Jepang halal seperti ramen, wagyu, dan lainnya.
Adapun saat ini terdapat setidaknya tujuh juta diaspora yang tersebar di 26 negara. Hal tersebut merupakan potensi besar untuk mendorong ekonomi Indonesia maju lebih cepat. Melalui diaspora, produk-produk UMKM Indonesia bisa dipasarkan lebih luas ke berbagai negara.
Sebagai bank global asal Indonesia, BNI berkomitmen menjembatani wirausaha diaspora yang tersebar di berbagai negara agar bisa ikut mengembangkan UMKM Indonesia di luar negeri. Sejalan dengan itu, BNI Xpora menjadi salah satu alat yang bisa dimanfaatkan oleh para diaspora.
BNI Xpora adalah solusi digital yang dikembangkan oleh BNI. Portal ini ditujukan untuk UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Melalui Kantor Cabang Luar Negeri (Kantor Cabang Luar Negeri atau KCLN)-nya, BNI telah menyediakan berbagai layanan perbankan untuk komunitas diaspora. BNI secara aktif memfasilitasi koneksi wirausaha diaspora dengan calon pembeli potensial di luar negeri. (Reporter: Achmad Sholeh)

















