- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
Detikom Regional Summit di BIJB Kertajati, Ungkap Investasi dan Investor Kawasan Rebana

MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kawasan Rebana merupakan wilayah di Bagian Utara dan Timur Provinsi Jawa Barat yang meliputi 7 (tujuh) daerah Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten Majalengka, Sumedang, Cirebon, Subang, Indramayu dan Kuningan serta Kota Cirebon.
Dalam hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai bahwa kawasan yang dikatakan strategis tersebut hingga sampai saat ini realisasi investasi belum maksimal dan bisa dibilang masih tertinggal jauh dari kawasan industri lama seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
"Tercatat, investasi di Jawa Barat pada triwulan pertama tahun 2025 total investasi yang masuk mencapai Rp. 68 triliun. Sebagian besar investasi yang masuk berada di luar Kawasan Rebana," kata, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada acara detikom Regional Summit yang ini digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka. Senin, (19/05/2025).
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Banten Investment Forum 2026 Dorong Investasi Asing dan Domestik, Pacu Ekonomi Daerah.
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
Dedi menjelaskan, dengan daya serap tenaga kerja sebanyak 91.082 ribu. Disebutkan, investasi yang masuk seperti Kabupaten Cirebon Rp. 878,31 miliar, Kota Cirebon Rp. 252,46 miliar, Majalengka Rp. 699,57 miliar, Kuningan Rp. 67,54 miliar, Indramayu Rp. 362,33 miliar, dan Subang Rp. 2,39 triliun.
"Hal yang menjadi faktor menghambat masuknya investor Rebana, pertama karena masalah infrastruktur atau konektivitasnya yang belum terbangun dengan baik. Di contohkan misalnya Patimban yang progresnya belum sesuai dengan harapan. Kedua adalah sarana dan prasarana misalnya ketersediaan listrik, jaringan air bersih, jalan yang memadai serta penunjang lainya," tuturnya.
Ditempat yang sama, Bupati Majalengka, H Eman Suherman pun mengakui keberadaan BIJB sebagai simpul konektivitas utama di wilayah Rebana belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Seperti halnya pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Menyikapi keprihatinan pemerintah dari adanya keluhan dari para jemaah haji Majalengka harus tetap melalui embarkasi yang berada di Indramayu meski bandara ada di Majalengka," ungkapnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam mengembangkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dengan adanya dukungan dari semua pihak baik pusat dan provinsi diharapkan keberadaan bandara bisa ramai.
Diakhir, bupati berharap dengan adanya detikom Regional Summit para kepala daerah dan tokoh nasional bisa mewujudkan kawasan Rebana sebagai metropolitan Jawa Barat.
Adapun narasumber, pembicara utama adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip serta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan moderator pimpinan redaksi Alfito Deannova Gintings. ** (Agit)










.jpg)





