- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
Daulah Islam Irak mengumumkan gelombang ketiga operasi pembebasan para tawanan muslimah

BAGHDAD (megapolitanpos.com) –
Departemen Informasi Daulah Islam Irak bekerja sama dengan Al-Fajr Media
Center dan Al-Yaqin Media Center pada hari Jum'at (18/1/2013) lalu
merilis pernyataan resmi mujahidin Daulah Islam Irak tentang hasil
operasi jihad gelombang ketiga untuk membebaskan ribuan muslimah yang
dipenjarakan secara zalim oleh rezim Syiah Irak dukungan Iran dan
AS-NATO.
Dalam operasi tersebut, mujahidin terlibat pertempuran sengit dan
memukul mundur pasukan rezim Syiah Irak di gunun pasir propinsi Anbar
dan propinsi-propinsi mayoritas muslim sunni lainnya. Selain
menghancurkan kesatuan-kesatuan pasukan rezim Syiah Irak dan membebaskan
para tawanan muslimah di penjara-penjara rezim Syiah Irak, operasi
jihad itu juga bertujuan memutus dukungan militer rezim Syiah Irak bagi
rezim Nushairiyah Suriah yang membantai kaum muslimin sunni di Suriah.
Dalam pernyataan tersebut, Daulah Islam Irak kembali menegaskan
dukungannya kepada kaum muslimin sunni Irak yang selama enam pecan
terakhir melangsungkan aksi-aksi demonstrasi menuntut pelengseran rezim
Syiah Irak pimpinan PM Nouri Al-Maliki dan pembebasan ribuan muslim
sunni yang dipenjarakan secara zalim. Daulah Islam Irak mengingatkan
rakyat muslim sunni Irak untuk mengikhlaskan niat dalam aksi-aksi
demonstrasi tersebut dan membersihkan barisan mereka dari para
pengkhianat yang mencari keuntungan pribadi dari perjuangan kaum
muslimin.
Selain itu Daulah Islam Irak juga mengaku bertanggung jawab atas
serangan bom yang menewaskan Ifan Sa'dun Al-Isawi dan para pengawalnya.
Tokoh durjana Ifan Sa'dun Al-Isawi adalah salah seorang petinggi milisi
Shahwat buatan Amerika yang memerangi mujahidin sunni dan mengabdi
kepada rezim Syiah Irak. Ia merupakan tokoh pengkhianat muslim sunni
level atas yang sangat diandalkan oleh tuan besar penjajah AS-NATO guna
memerangi mujahidin Irak. Atas jasa-jasanya mengabdi kepada AS-NATO dan
rezim Syiah Irak tersebut, ia mendapat jabatan tinggi dan fasilitas
hidup yang mewah. (muhib almajdi/arrahmah.com)

.jpg)

.jpg)













