- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
Dari Rumah untuk Negeri, Sekda Muhlis Dorong Perempuan Barito Utara Aktif dalam Ketahanan Pangan

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Perempuan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Drs Muhlis, saat mewakili Penjabat (Pj) Bupati membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IX Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Barito Utara di Aula Hotel Senyiur, Kamis (02/09/2025).
Dalam arahannya, Muhlis mengajak para perempuan agar memanfaatkan usia, waktu, dan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Dia pula menyampaikan bahwa perempuan memiliki harapan hidup lebih panjang dibanding laki-laki. Perempuan lebih banyak memiliki kelebihan dari sisi kesabaran, baik dalam mengurus rumah tangga maupun pekerjaan lain. Sementara laki-laki ada sebagian besar dipengaruhi faktor kesehatan, salah satunya kebiasaan merokok.
Baca Lainnya :
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
"Faktor inilah yang membuat perempuan bisa lebih panjang usia. Maka dari itu sehingga perempuan berpeluang lebih besar untuk berdaya dan berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ucap Muhlis
Diingatkannya bahwa langkah sederhana bisa dimulai dari rumah sendiri. Misalnya, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sayuran.
Kalau punya sedikit lahan kosong, tanam saja tiga atau empat polibek cabai, tomat, atau sayuran lain. Itu sudah sangat membantu kebutuhan keluarga, sehingga tidak selalu bergantung pada penjual sayur,” ujarnya.
Menurutnya Fenomena ketergantungan terhadap pedagang sayur bukan hanya terjadi di perkotaan tetapi juga di pedesaan. Padahal, desa seharusnya menjadi lumbung pangan yang dapat memasok kebutuhan masyarakat kota.
“Kalau di desa justru menunggu paman sayur, lalu bagaimana dengan warga di kota? Ini tentu menjadi tantangan dan tugas berat bagi Dinas Ketahanan Pangan,” ucapnya.
Menurut Muhlis, seharusnya desa bisa menjadi lumbung pangan bagi kota. Namun, kenyataan di lapangan, banyak warga desa justru masih menunggu pedagang sayur padahal lahan untuk bercocok tanam masih tersedia.
“Kalau di desa saja menunggu paman sayur sebagai idola, lalu bagaimana masyarakat kota memenuhi kebutuhannya? Inilah yang jadi tugas berat Dinas Ketahanan Pangan,” tegasnya yang disambut riuh oleh undangan yang hadir.
Muhlis bahkan menyampaikan bahwa bibit sayuran bisa diperoleh secara gratis dengan berkoordinasi ke Dinas Ketahanan Pangan setempat. jika ingin memanfaatkan lahan kosong, bibit cabai, tomat, terong, dan lainnya tersedia di dinas. Ini bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan ketahanan keluarga
Perempuan diharapkan dapat lebih aktif lebih cepat menangkap peluang Program Pemerintah khususnya dalam bidang ketahanan pangan.
Lebih jauh dipaparkan bahwa , salah satu akar permasalahan kemiskinan muncul dari berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pemanfaatan potensi yang ada.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai motor penggerak keluarga dengan menggunakan waktu serta kesempatan yang dimiliki dalam melakukan hal-hal positif yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Perempuan harus bisa memberdayakan diri. Dengan kesabaran, usia yang lebih panjang, dan peluang yang ada, perempuan bisa menjadi pilar ketahanan keluarga sekaligus penopang pembangunan daerah,” tutup Muhlis.
(A)



.jpg)



.jpg)



.jpg)




