- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
Dari Rumah untuk Negeri, Sekda Muhlis Dorong Perempuan Barito Utara Aktif dalam Ketahanan Pangan

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Perempuan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Drs Muhlis, saat mewakili Penjabat (Pj) Bupati membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IX Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Barito Utara di Aula Hotel Senyiur, Kamis (02/09/2025).
Dalam arahannya, Muhlis mengajak para perempuan agar memanfaatkan usia, waktu, dan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Dia pula menyampaikan bahwa perempuan memiliki harapan hidup lebih panjang dibanding laki-laki. Perempuan lebih banyak memiliki kelebihan dari sisi kesabaran, baik dalam mengurus rumah tangga maupun pekerjaan lain. Sementara laki-laki ada sebagian besar dipengaruhi faktor kesehatan, salah satunya kebiasaan merokok.
Baca Lainnya :
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
"Faktor inilah yang membuat perempuan bisa lebih panjang usia. Maka dari itu sehingga perempuan berpeluang lebih besar untuk berdaya dan berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat,” ucap Muhlis
Diingatkannya bahwa langkah sederhana bisa dimulai dari rumah sendiri. Misalnya, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sayuran.
Kalau punya sedikit lahan kosong, tanam saja tiga atau empat polibek cabai, tomat, atau sayuran lain. Itu sudah sangat membantu kebutuhan keluarga, sehingga tidak selalu bergantung pada penjual sayur,” ujarnya.
Menurutnya Fenomena ketergantungan terhadap pedagang sayur bukan hanya terjadi di perkotaan tetapi juga di pedesaan. Padahal, desa seharusnya menjadi lumbung pangan yang dapat memasok kebutuhan masyarakat kota.
“Kalau di desa justru menunggu paman sayur, lalu bagaimana dengan warga di kota? Ini tentu menjadi tantangan dan tugas berat bagi Dinas Ketahanan Pangan,” ucapnya.
Menurut Muhlis, seharusnya desa bisa menjadi lumbung pangan bagi kota. Namun, kenyataan di lapangan, banyak warga desa justru masih menunggu pedagang sayur padahal lahan untuk bercocok tanam masih tersedia.
“Kalau di desa saja menunggu paman sayur sebagai idola, lalu bagaimana masyarakat kota memenuhi kebutuhannya? Inilah yang jadi tugas berat Dinas Ketahanan Pangan,” tegasnya yang disambut riuh oleh undangan yang hadir.
Muhlis bahkan menyampaikan bahwa bibit sayuran bisa diperoleh secara gratis dengan berkoordinasi ke Dinas Ketahanan Pangan setempat. jika ingin memanfaatkan lahan kosong, bibit cabai, tomat, terong, dan lainnya tersedia di dinas. Ini bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan ketahanan keluarga
Perempuan diharapkan dapat lebih aktif lebih cepat menangkap peluang Program Pemerintah khususnya dalam bidang ketahanan pangan.
Lebih jauh dipaparkan bahwa , salah satu akar permasalahan kemiskinan muncul dari berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pemanfaatan potensi yang ada.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai motor penggerak keluarga dengan menggunakan waktu serta kesempatan yang dimiliki dalam melakukan hal-hal positif yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Perempuan harus bisa memberdayakan diri. Dengan kesabaran, usia yang lebih panjang, dan peluang yang ada, perempuan bisa menjadi pilar ketahanan keluarga sekaligus penopang pembangunan daerah,” tutup Muhlis.
(A)
















