- Safari Ramadan 1447 H, Bupati Eman Suherman Hadirkan Kehangatan dan Semangat SAE Keun di Putridalem
- Kolaborasi Lintas Komunitas, KRESHNA Foundation Dorong Strokers Sehat, Produktif, dan Sejahtera
- Gabungan Ormas dan Relawan Gelar Buka Puasa Tegaskan Komitmen Jaga Jakarta
- Fraksi PDI-P Terima Lima Raperda, Soroti Infrastruktur hingga Ketahanan Pangan
- Fraksi Demokrat Terima dan Siap Bahas Lima Raperda Strategis di Paripurna DPRD Barito Utara
- Fraksi PKB Soroti Lima Raperda dalam Paripurna II DPRD Barito Utara
- Fraksi Aspirasi Rakyat Dukung Lima Raperda, Tekankan Konsistensi Perencanaan dan Implementasi
- Saan Mustopa: Safari Ramadhan Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Bung Karno
- Polres Blitar Kota Launching SPPG YKB Cik Ditiro, Siap Layani 1.500 Paket MBG
- Langkah Besar Transformasi Digital, Diskominfo Majalengka Tebar WiFi Gratis
Dampak Masa Kampanye Pemilu 2024, UMKM Meradang Akibat Pesanan Produk Menurun

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Yulius saat konprensi pers di Jakarta, Senin 08 Januari 2024.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Pemilihan Umum(Pemilu) 2024 sudah memasuki tahap kampanye sejak 27 November 2023 lalu. Para pelaku UMKM terutama yang bergerak di bidang konveksi dan sablon yang memproduksi atau menjual alat peraga kampanye seperti baliho, kaos/kemeja/jaket, topi, dan lain-lain sebelumnya berharap bahwa pesta demokrasi 2024 ini akan memberikan dampak positif terhadap usahanya.
Pada umumnya dalam masa kampanye Pemilu periode sebelumnya terjadi peningkatan omset/penjualan alat peraga kampanye yang signifikan. Namun agak berbeda situasinya dengan masa kampanye saat ini.
" Dari catatan kami di lapangan menunjukkan bahwa masa Pemilu 2024 belum memberikan dampak signifikan bagi sebagian besar pelaku UMKM bidang usaha konveksi dan sablon yang memproduksi dan menjual produk atau alat peraga kampanye," terang Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Yulius pada wartawan di Jakarta, Senin 08 Januari 2024.
Baca Lainnya :
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
- Diskusi UMKM: KUR Meningkat, Tapi Produk Impor dan Biaya Platform Digital Jadi Tantangan
- Difasilitasi Kemendag, Dua UMKM Sukses Ekspor Perdana ke UEA
- Ramadan Penuh Makna, BRI Life Gandeng Yayasan Sosial Tebar Kepedulian
- Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro
Menurut Yulius pihaknya telah melakukan observasi kelapangan seperti pelaku UMKM di area Pasar Jaya Tanah Abang dan Pasar Jaya Senen di DKI Jakarta.
Berdasarkan hasil wawancara dengan 15 orang pelaku UMKM, diperoleh informasi bahwa penjualan produk untuk kampanye pada periode Pemilu 2019 dirasakan lebih baik dibandingkan Pemilu 2024 ini. Meskipun ada permintaan namun tidak seramai dan tidak sebanyak Pemilu sebelumnya. Selain itu dinilai terdapat penurunan penjualan produk untuk kampanye cukup drastis sekitar 40 sampai 90%.
" Kemungkinan penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya Partai peserta Pemilu sudah memesan produk untuk kampanye melalui pelaku usaha mitra dari Partai tersebut. Kemudian jangka waktu pemilu yang singkat 2,5 bulan sedangkan periode Pemilu sebelumnya 6 bulan," terang Yulius.
Selanjutnya, harga penjualan produk untuk kampanye secara online lebih murah. Adanya tren kampanye yang dilakukan secara online. Peserta Pemilu mengalokasikan dananya untuk memanfaatkan media sosial/buzzer/Influencer untuk kampanye.
" Para peserta Pemilu lebih memilih untuk membagikan sembako/tunai dibandingkan membagikan kaos," tuturnya.
Mencermati situasi tersebut, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM( Kemenkop UKM) berupaya untuk menjembatani agar masa kampanye tahun ini bisa memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, diantaranya mendorong partai politik/calon legislatif yang memiliki ruang lingkup bisnis produk untuk kampanye agar dapat melibatkan pelaku UMKM dalam rantai pasok bisnisnya.
" Seharusnya masa kampanye dan tahun politik ini bisa meningkatkan secara signifikan ekonomi pelaku UMKM. Partai Politik, Para Calon Legislatif (Caleg) dan Tim Sukses Pemilihan Presiden (Pilpres) memanfaatkan produk-produk UMKM dalam proses kampanye," katanya.
Yulius menambahkan keberpihakan para peserta parpol kepada UMKM akan membantu promosi dan meningkatkan penjualan UMKM sehingga membantu keberlangsungan UMKM.
Dengan demikian dapat mendorong para pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar dan pemasarannya melalui ekosistem digital (seperti terhubung dalam Mendorong para pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar dan pemasarannya melalui ekosistem digital (seperti terhubung dalam katalog elektronik pemerintah).
" Pemerintah akan menjembatani aspirasi para pelaku UMKM di Pasar Jaya untuk pembentukan wadah pemasaran online terpadu, dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan lintas Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, untuk mendorong terciptanya marketplace PD Pasar Jaya sebagai wadah pemasaran bagi Pelaku UMKM di lingkungan PD Pasar Jaya, " pungkas Yulius.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)



.jpg)

.jpg)











