- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
Dalami Penyelidikan, Petugas Sudah Kantongi Data Pelaku Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar

Keterangan Gambar : Olah TKP yang dipimpin langsung oleh Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Setelah melakukan olah TKP di rumah dinas Wali Kota Blitar selama hampir 20 jam berlangsung, petugas sudah mendapatkan data petunjuk awal pelaku perampokan yang terjadi pada Senin pagi (12/12/22).
Olah TKP yang dipimpin langsung oleh Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto, pihaknya menyebutkan, "bahwa perkembangan hasil olah TKP Perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Polisi menemukan HP milik Pak Wali Kota, dan kami juga telah mengantongi berapa jumlah pelaku," ungkapnya kepada wartawan Senin malam di Mapolres Blitar Kota.
Melansir salah satu media online Gemamorandum, Kombes Pol Totok Suharyanto juga mengatakan, hingga saat ini Polisi menyatakan telah selesai melakukan gelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Disampaikan kepada awak media sedikitnya ada empat titik olah TKP di rumah dinas Wali Kota Blitar saat itu. Untuk kepentingan proses penyelidikan, Suhartono enggan menjelaskan detail ruang apa saja di rumah dinas Wali Kota Blitar yang jadi fokus olah TKP. Pihaknya berjanji akan segera mengungkap pelaku tak lama lagi.
Baca Lainnya :
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
"Saat ini sedang kita dalami proses pembuktian ilmiah soal pelaku. Kemungkinan pelaku lima orang. Di dalam ada tiga, di luar ada dua. Tapi untuk kepastian sekali lagi masih proses pembuktian," kata Kombes Pol Totok Suharyanto Senin (12/12/22) di Mapolresta Blitar.
Perkembangan lain yang disampaikannya adalah soal handphone milik Wali Kota Blitar Santoso yang ternyata tidak dibawa oleh pelaku. Handphone itu ditemukan di TKP dibuang di tempat sampah.
Sebelumnya diduga handphone milik orang nomor satu di Kota Blitar itu ikut terbawa bersama uang dan perhiasan yang disimpan di dalam tas.
"HP sudah ditemukan di TKP. Saat ini masih kita labkan. Ditemukan di dalam ruangan, tapi dibuang di tempat sampah," tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari hasil olah TKP dekoder CCTV dibawa pelaku. Namun, kepolisian sedang berkoordinasi dengan Kominfo untuk mencari alternatif CCTV lainnya.
"Untuk saksi pemeriksaan masih berproses. Ada tiga penjaga dan dua orang korban serta dua orang saksi yang mengetahui peristiwa pertama dan melakukan pertolongan. Jadi total ada tujuh saksi," imbuhnya.
Sementara soal plat merah yang diduga digunakan pelaku, juga masih sedang didalami. "Kalau soal pelat merah itu mungkin cover tapi ini mohon waktu sedang didalami," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya kejadian perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar tersebut terjadi Senin 12 Desember 2022 antara pukul 03.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya serta tiga penjaga keamanan sempat disekap oleh pelaku.
Setelah berhasil melumpuhkan semua petugas keamanan, Wali Kota dan istri, pelaku kabur dengan membawa tas berisi uang tunai 400 juta dan perhiasan. Hingga berita ini diturunkan petugas masih terus melakukan pengejaran. (za/mp)
















