- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Cerita dan Harapan Uji Coba MBG dari Warga SDN Periuk 2

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pembiasaan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus berjalan hingga akhir November 2024. Pembiasaan kali ini berlangsung di SDN Periuk 2, Kota Tangerang, pada Kamis (21/11).
Menurut Kepala Sekolah SDN Periuk 2, Khaerudin, pihak sekolah telah mempersiapkan pelaksanaan MBG dengan matang. Mulai dari sosialisasi kepada siswa dan orang tua, hingga memverifikasi kebutuhan khusus para siswa seperti alergi makanan atau preferensi makanan tertentu.
“Kami sudah punya pengalaman, sehingga anak-anak juga sudah terbiasa. Hal ini dilakukan agar mereka tidak kaget dan bisa menyambut program ini dengan antusias,” ujar Khaerudin.
Baca Lainnya :
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
Khaerudin, juga menyoroti respon positif dari para siswa. Meski sempat ditemukan beberapa siswa yang awalnya tidak menyukai sayur atau susu, nyatanya hampir seluruh siswa menikmati makanan yang disajikan.
“Rata-rata 98% anak suka makanannya, hanya 2% yang masih butuh pembiasaan, dan itu akan kami evaluasi untuk pelaksanaan MBG berikutnya,” ungkapnya.
Kepsek, berharap, dengan asupan gizi yang baik, para siswa di Kota Tangerang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan mampu berkontribusi untuk masa depan Indonesia.
“Kami optimis MBG ini akan memberikan dampak positif, tidak hanya pada kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan mereka untuk mengonsumsi makanan sehat di masa depan,” tutupnya.
Sementara itu, banyak orang tua siswa yang merasa terbantu dengan program ini. Orang tua dari siswa kelas 5, Dewi, mengungkapkan rasa syukur karena anaknya kini mendapatkan makanan yang lebih sehat dan higienis. "Selain menjaga kesehatan anak, kami juga merasa terbantu dari sisi keuangan. Mudah-mudahan program ini berlanjut," ujarnya.
Dari sisi guru, Wali Kelas 1B dan 4B, Sugiarti, juga menyampaikan kebahagiaan dan harapan agar program ini terus berlanjut.
“Anak-anak sangat senang sekali, bahkan ada yang tadinya tidak suka makan sayur, hari ini mau makan karena suasananya bersama-sama,” tutur Sugiarti. ** (Jhn)
















