- Bupati Shalahuddin Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama Bahas Jalan Hauling
- 33,89 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Tapi di Majalengka Hanya Simbolis
- Kontroversi Rencana Hibah Miliaran Rupiah Sabilu Taubah Gus Iqdam Picu Kecemburuah Dewan vs Wabup Beky.
- KMP Batu Mandi Terbakar di Pelabuhan Merak, 460 Orang Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan
- Gugatan Hamzah Tak Dapat Diterima, PDIP Majalengka Tegaskan Posisi Sandi
- BBNI dan Rombongan Himbara Topang Kenaikan Saham Setelah Ambrol
- Panen Jagung Hibrida di Mampuak I, Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan Ketahanan Pangan
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM.
- Di Ujung Indonesia, Pulau Kecil Terluar Dijaga dengan Kepastian Hukum Hak atas Tanah.
- Pangkogabwilhan II Hadiri Latgabma Keris Woomera 2026, Perkuat Kerjasama Pertahanan TNI-ADF.
Bupati Shalahuddin Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama Bahas Jalan Hauling

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, akhirnya menemui perwakilan driver angkutan batu bara dan tokoh masyarakat Kecamatan Lahei yang menyampaikan aspirasi di depan Kantor Bupati Barito Utara, Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati meminta massa membubarkan diri dengan tertib dan tenang. Ia juga berjanji akan memanggil pimpinan PT Mitra Barito dan PT Tamtama Perkasa ke Rumah Jabatan Bupati pada hari yang sama untuk membahas persoalan jalan hauling di wilayah Lahei.
Baca Lainnya :
- Bupati Shalahuddin Janji Panggil Pimpinan Mitra Barito dan Tamtama Bahas Jalan Hauling
- 33,89 Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan, Tapi di Majalengka Hanya Simbolis
- Kontroversi Rencana Hibah Miliaran Rupiah Sabilu Taubah Gus Iqdam Picu Kecemburuah Dewan vs Wabup Beky.
- KMP Batu Mandi Terbakar di Pelabuhan Merak, 460 Orang Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan
- Gugatan Hamzah Tak Dapat Diterima, PDIP Majalengka Tegaskan Posisi Sandi
Para driver sebelumnya mengeluhkan terhentinya aktivitas angkutan batu bara selama lebih dari satu bulan akibat jalan hauling yang digali menggunakan ekskavator. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penghasilan para sopir yang sebagian besar merupakan warga lokal.
Damang Kepala Adat Kecamatan Lahei, Aryosi Jiono Takanabe beserta kawan - kawan mengatakan masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan segera menemukan solusi agar jalan hauling dapat dinormalisasi dan aktivitas angkutan batu bara kembali berjalan.
Ia menegaskan, persoalan antara perusahaan seharusnya tidak mengorbankan masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari pekerjaan tersebut.
Para driver berharap pertemuan yang dijanjikan Bupati dapat menghasilkan solusi konkret, termasuk kepastian perbaikan jalan dan dimulainya kembali aktivitas pengangkutan batu bara.
(Dd)














