- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
Bupati Rijanto Apresiasi Peningkatan Layanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Dengan Diresmikanya Gedung Graha Pandawa dan Masjid Baitusy Syifa

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Rijanto meresmikan pengoperasian gedung rawat inap lantai delapan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, pada Senin (21/04/25)
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dalam memenuhi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Blitar, Bupati Blitar Rijanto meresmikan pengoperasian gedung rawat inap lantai delapan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, pada Senin (21/04/25) bertepatan dengan peringatan hari Kartini.
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi secara bertahap dan berkelanjutan telah menunjukan perkembangan pelayanan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, peresmian Gedung Rawat Inap 8 Lantai diberi nama Graha Pandawa. Rijanto pada saa itu juga meresmikan Masjid Baitusy Syifa’ Peresmian dua fasilitas mencerminkan sinergi antara peningkatan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien serta tenaga kesehatan.
Prosesi peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M., yang menandai pembukaan resmi dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, jajaran Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, DPRD Kabupaten Blitar, serta sejumlah tokoh dan pimpinan daerah lainnya.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

“Hari ini adalah babak baru bagi RSUD Ngudi Waluyo. Gedung Graha Pandawa dibangun untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih modern, nyaman, dan representatif. Ini bukan hanya soal gedung bertingkat delapan, tapi tentang tekad kita dalam melayani masyarakat dengan lebih baik,” ungkap Rijant
Dikatan pula oleh Bupatu, Gedung Graha Pandawa kusus dirancang dengan konsep pelayanan pasien yang terintegrasi, dilengkapi dengan fasilitas penunjang pemulihan dan ruang rawat yang nyaman. Gedung ini diharapkan mampu merespons tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Tak hanya menyoal aspek fisik, RSUD juga memperlihatkan perhatian pada dimensi spiritual dengan meresmikan Masjid Baitusy Syifa’. Bupati Rijanto menilai keberadaan masjid di lingkungan rumah sakit sangat penting untuk menunjang ketenangan batin bagi pasien maupun tenaga medis.
“Masjid ini adalah ruang untuk berdoa dan memperkuat keimanan. Di tengah proses pengobatan, unsur spiritual sering kali menjadi kekuatan utama bagi pasien dan keluarganya,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Endah Woro Utami, MMRS, mengungkapkan bahwa pembangunan dua fasilitas tersebut merupakan bukti nyata kesungguhan rumah sakit dalam memberikan layanan yang menyeluruh.
“Total anggaran pembangunan Graha Pandawa mencapai Rp75 miliar, berasal dari dana BLUD. Sedangkan Masjid Baitusy Syifa’ dibangun dari swadaya para karyawan sebesar Rp592.725.000. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi menjadi fondasi rumah sakit kami,” jelas dr. Endah.
Ia menambahkan bahwa RSUD Ngudi Waluyo ingin menjadi tempat yang bukan hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga memulihkan jiwa. “Kami berkomitmen menjadikan rumah sakit ini sebagai tempat yang ramah, manusiawi, dan memberi harapan bagi setiap pasien. Bukan hanya rumah sakit, tapi rumah pemulihan,” pungkasnya. ** (adv/za)

.jpg)


.jpg)





.jpg)





