- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Buntut Laporan Kasus Dugaan Pencurian Kayu Kelompok Tani Hutan Tugurejo Ancam Bubarkan Diri

Keterangan Gambar : Kelompok Tani Hutan (KTH) Jati Lestari, menggelar konsolidasi para petani hutan di Desa Tugurejo,
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Kelompok Tani Hutan (KTH) Jati Lestari, menggelar konsolidasi para petani hutan di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Selasa (11/07/23) bertempat di Gunung Gareng melakukan pertemuan kusus membahas berbagai persoalan pertanian hutan, termasuk keresahan warga soal tuduhan pencurian kayu yang menimpa Kepala Desa Tugurejo, Supangat.
Turut hadir, Muspika Kecamatan Wates, Kades Tugurejo Supangat beserta kuasa hukumnya Dr. Supriarno, S.H.,M.H, anggota KTH Jati Lestari, tokoh masyarakat, hingga pihak Perum Perhutani KPH Blitar.
Dalam pertemuan itu, KTH Jati Lestari meminta Perhutani untuk berunding bersama, dalam penyelesaian permasalahan yang menimpa Supangat. Hal ini bertujuan agar kemitraan yang selama ini berjalan baik dan harmonis, tidak ternodai dengan adanya masalah yang menimpa Kades mereka.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
"Perkara yang kemarin menyebabkan keresahan bagi warga. Anggota KTH ini kan 493 orang, kerja sama dengan Perhutani sudah lama. Lah kok, tiba-tiba ada masalah ini. Jadi, harus ada musyawarah antara Perhutani dan KTH," ungkap Supriarno selaku kuasa hukum Supangat.
Lebih lanjut, Supriarno meminta Administratur (ADM) Perum Perhutani KPH Blitar bisa bermusyawarah dengan KTH, dan berharap pihak Perhutani bersedia mencabut laporan dugaan pencurian kayu terhadap Supangat.
"Apabila tidak mau menyelesaikan dengan baik, ya gak apa-apa, tadi dinyatakan sendiri oleh para anggota KTH, lebih baik KTH-nya dibubarkan. Setelah bubar, otomatis kita akan memberitahukannya ke Direktur Perhutani di Jakarta," tegasnya.
Sementara itu, Supangat selaku Kades Tugurejo menyayangkan hal ini. Dia mengatakan, kerja sama antara Perhutani dengan KTH Desa Tugurejo selama ini berjalan baik. Terbukti, hutan di wilayah Tugurejo masih lestari dengan banyaknya pohon tegakan penyangga hutan, berbeda dengan kawasan hutan di wilayah lain disekitarnya.
"Coba liat wilayah lain, tanamannya hanya tebu dan pisang. Kalau kita tidak, tegakannya masih utuh. Itulah bukti solidnya kerjasama yang baik antara Perhutani, masyarakat, dan Pemerintah Desa. Soliditas ini, mari kita jaga, jangan sampai buyar karena masalah tuduhan-tuduhan seperti ini," jelas Supangat.
Dikesempatan yang sama, Pramuji selaku Bidang Kemitraan Produktif Perhutani KPH Blitar yang hadir dalam konsolidasi tersebut mengatakan, dirinya tidak bisa berkomentar jauh terkait apa yang diminta oleh masyarakat Tugurejo, lantaran diluar kapasitasnya untuk menjelaskan.

"Kebetulan saya hadir mewakili Pak ADM Perhutani, namun mewakili dalam bidang kelembagaan. Saya kira acaranya terkait kemitraan dan kerja sama, tapi ternyata membahas masalah hukum dan sebagainya. Yang berkapasitas menjawabnya, ada bagian hukum dari Perhutani," jelasnya.
Dirinya juga menyebut, pihak Perhutani tidak mengetahui juga acara tersebut akan membahas persoalan hukum Kades Tugurejo. Oleh karena itu, Perhutani tidak mengirimkan bagian hukumnya untuk menghadiri acara tersebut.
"Sebetulnya, untuk membubarkan KTH dan sebagainya, menurut saya itu hanya emosi sesaat. Nanti setelah musyawarah akan baik-baik saja. Tetap hasil dari diskusi tadi akan saya sampaikan ke pimpinan, termasuk permintaan musyawarah terkait persoalan hukum Pak Supangat," pungkasnya. ** (za/mp)


.jpg)

.jpg)











