- Partai NasDem Terima Aspirasi Gerakan Koperasi, Peran Perkoperasian Diperkuat
- Kapolri Silaturahmi Ramadan 2026 Bareng Buruh KSPSI di Jawa Timur
- Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Indonesia, Imigrasi Beri Layanan Prioritas
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Pemkab Barito Utara Hadiri Paripurna DPRD Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi RPJMD 2025–2029
- Paripurna DPRD Bahas Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD Barito Utara
- Fraksi DPRD Sampaikan Pendapat Akhir terhadap Raperda RPJMD Barito Utara 2025–2029
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap RPJMD 2025–2029
- Parmana Setiawan, Safari Ramadhan Bukti Sinergi Eksekutif dan Legislatif di Tengah Masyarakat
BNI Perkuat Sinergi dengan Nasabah dan Pelaku Usaha Jawa Tengah Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Keterangan Gambar : acara Halalbihalal dan Economic Outlook 2025 di Kota Solo
MEGAPOLITANPOS.COM, Jateng- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi nasabah menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis. Melalui acara Halalbihalal dan Economic Outlook 2025 di Kota Solo, BNI mengajak nasabah serta pelaku usaha di Jawa Tengah untuk bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi melalui strategi adaptif dan solusi keuangan yang inovatif.
Mengusung tema "Breaking Frontiers, Conquering Uncertainties", kegiatan ini digelar oleh BNI Treasury Regional Area (TRA) Semarang sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan nasabah, khususnya di wilayah Jawa Tengah yang kian strategis secara ekonomi.
SEVP Treasury BNI Ita Tetralastwati menjelaskan, acara ini menjadi ruang kolaborasi antara BNI dan nasabah dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih resilien. “Kami percaya, dengan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai arah perekonomian serta solusi keuangan yang relevan, kami dapat membantu nasabah merancang langkah bisnis yang lebih tepat di tengah dinamika pasar,” ujar Ita.
Baca Lainnya :
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
Dalam acara tersebut, Chief Economist BNI Leo Putera Rinaldy memaparkan proyeksi ekonomi global dan domestik, termasuk perkembangan geopolitik, tren suku bunga, pergerakan nilai tukar, inflasi, serta peluang dan risiko di sektor industri. Sesi ini menjadi bekal strategis bagi nasabah dalam menentukan arah kebijakan bisnis ke depan.
BNI juga mengadakan diskusi interaktif mengenai berbagai produk treasury seperti transaksi valas, lindung nilai (hedging), serta layanan pasar uang. Tak hanya itu, BNI turut memperkenalkan inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan keuangan perusahaan.
Menurut Ita, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif, seiring berkembangnya kawasan industri di Semarang, Kendal, Batang, hingga Solo Raya. Didukung oleh infrastruktur pelabuhan dan jalan tol yang semakin memadai, wilayah ini menjelma menjadi pusat aktivitas ekspor-impor dan industri nasional.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi BNI untuk memperluas kontribusinya dalam mendukung ekosistem bisnis melalui layanan penghimpunan dana, pembiayaan, transaksi treasury, hingga solusi digital terintegrasi.
“Melalui forum seperti ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi dengan para nasabah di Jawa Tengah dan sekitarnya, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Ita.
Dengan pendekatan proaktif dan berbasis solusi, BNI optimistis dapat menjadi mitra strategis bagi dunia usaha dalam menghadapi era ketidakpastian ekonomi global. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















