- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
- Jakarta Fair 2026 Siap Dongkrak Ekonomi, Pemprov DKI Dukung Penuh Menuju Kota Global
- Patih Herman Dorong Sinkronisasi Aturan Tanah Adat dalam Raperda
- Pembahasan Raperda Adat, Nurul Anwar Tekankan Kepastian Hukum Tanah Adat
- Bupati Barito Utara Lantik Pengurus Kwarcab Pramuka Masa Bakti 2026–2031
- Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel Pagi
Bersama Lawan Stunting, Barito Utara Laksanakan Pelatihan Terpadu

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Utara melalui Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Drs. H. Ardian, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Aksi Cegah Stunting, yang digelar di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa (14/10/2025).
Dalam sambutannya H. Ardian, menyampaikan ucapan selamat datang kepada dr. Arief Budiarto, Sp.A(K) dan dr. Artawan, Sp.A., M.Biomed, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Barito Utara, saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan para narasumber yang berkenan berbagi ilmu dalam kegiatan ini. Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum penting dalam upaya pencegahan stunting di daerah,” ucapnya.
Baca Lainnya :
- Pertamina: Harga BBM Pertamax 92 Naik Menjadi Rp 16.250/liter, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
- Kepala BGN Nanik Deyang Siapkan Reformasi Program MBG, Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Gizi
- Said Iqbal Masuk Istana, Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Buruh dan Pekerja Migran
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
- Pemkab Bogor Bersiap Lebarkan Jalan Puncak, Bangunan di Bahu Jalan dan Saluran Air Terancam Ditertibkan
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan gizi kronis yang memiliki dampak serius terhadap tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kecerdasan. Untuk itu, diperlukan deteksi dini dan intervensi tepat melalui kerja kolaboratif lintas sektor.
Sekda juga menekankan bahwa penurunan angka stunting merupakan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. SDM yang sehat, cerdas, dan berkarakter adalah kunci dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional yang inklusif.
“Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam mempercepat penurunan angka stunting. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi dan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Barito Utara yang telah memprakarsai kegiatan tersebut, serta berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
“Dengan memohon ridho Allah SWT, pelatihan aksi cegah stunting secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
(A)
















