- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
Bersama Lawan Stunting, Barito Utara Laksanakan Pelatihan Terpadu

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Utara melalui Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Drs. H. Ardian, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Aksi Cegah Stunting, yang digelar di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa (14/10/2025).
Dalam sambutannya H. Ardian, menyampaikan ucapan selamat datang kepada dr. Arief Budiarto, Sp.A(K) dan dr. Artawan, Sp.A., M.Biomed, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah Kabupaten Barito Utara, saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan para narasumber yang berkenan berbagi ilmu dalam kegiatan ini. Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum penting dalam upaya pencegahan stunting di daerah,” ucapnya.
Baca Lainnya :
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan gizi kronis yang memiliki dampak serius terhadap tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kecerdasan. Untuk itu, diperlukan deteksi dini dan intervensi tepat melalui kerja kolaboratif lintas sektor.
Sekda juga menekankan bahwa penurunan angka stunting merupakan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. SDM yang sehat, cerdas, dan berkarakter adalah kunci dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional yang inklusif.
“Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam mempercepat penurunan angka stunting. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi dan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Barito Utara yang telah memprakarsai kegiatan tersebut, serta berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
“Dengan memohon ridho Allah SWT, pelatihan aksi cegah stunting secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.
(A)



.jpg)



.jpg)
.jpg)







