- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Peringatan Hari Kartini 2026 kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Anggota DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan, tetapi juga tentang pendidikan, akhlak, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Menurut Anis, Kartini adalah sosok visioner yang lahir di tengah keterbatasan zaman. Meski akses pendidikan perempuan sangat terbatas kala itu, Kartini tetap mampu menghadirkan gagasan besar bahwa setiap manusia memiliki hak untuk berkembang melalui ilmu pengetahuan dan kemuliaan budi.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
“Kartini mengajarkan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada pemuliaan manusia melalui pendidikan dan nilai-nilai luhur,” ujar Anis dalam keterangannya, Senin (21/4/2026).
Ia menambahkan, saat ini Indonesia patut bersyukur karena akses pendidikan semakin meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka partisipasi sekolah usia 7–12 tahun telah mencapai lebih dari 99 persen, sementara usia 13–15 tahun berada di kisaran 95 persen.
Selain itu, partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk nyata perjuangan Kartini yang menempatkan pendidikan sebagai jalan menuju kemajuan bangsa.
Namun demikian, Anis mengingatkan bahwa kemajuan tidak cukup hanya diukur dari angka partisipasi sekolah. Tantangan kualitas pendidikan, pemerataan antarwilayah, hingga ketahanan keluarga masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Perempuan memiliki peran strategis, baik sebagai pendidik pertama di keluarga, penjaga kualitas generasi, maupun penggerak sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, semangat Kartini harus terus dijaga melalui penguatan pendidikan, keluarga yang kokoh, serta nilai moral di tengah arus modernisasi.
“Selama pendidikan terus dimuliakan, keluarga terus dikuatkan, dan nilai tetap dijaga, maka semangat Kartini akan tetap hidup sebagai cahaya bagi perjalanan peradaban Indonesia,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















