Bank Jakarta Dukung Digitalisasi Pasar di Jakarta

By Achmad Sholeh(Alek) 22 Jul 2025, 19:12:43 WIB DKI Jakarta
Bank Jakarta Dukung Digitalisasi Pasar di Jakarta

Keterangan Gambar : Bank Jakarta menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Lomba Digitalisasi Pasar di Jakarta


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Bank Jakarta menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Lomba Digitalisasi Pasar di Jakarta. Kegiatan ini dimulai dengan peluncuran resmi (Launching) lomba dan penandatanganan komitmen bersama dalam program peningkatan digitalisasi pasar, yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, bersama Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, serta sejumlah lembaga perbankan lainnya.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Mattali di Jakarta, pada 22 Juli 2025.

Lomba Digitalisasi Pasar merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Perumda Pasar Jaya.

Baca Lainnya :

Tujuan utamanya adalah mendorong percepatan transformasi digital, terutama dalam sistem pembayaran di pasar-pasar yang dikelola oleh Pasar Jaya.

Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa Lomba Digitalisasi Pasar 2025 membawa empat target besar: peningkatan kesejahteraan pedagang, efisiensi transaksi, optimalisasi pajak daerah, serta pemberantasan premanisme pasar.

“Saya yang mengusulkan lomba ini. Tujuannya jelas, agar para pedagang terbiasa menggunakan sistem digital seperti QRIS dan EDC,” ujar Pramono di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).

Ia menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya menyangkut kecepatan transaksi, namun juga menyangkut aspek keamanan dan ketertiban. “Jika tak ada uang tunai yang beredar, maka ruang gerak untuk copet dan pungli ikut hilang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pramono menyebut bahwa digitalisasi pasar adalah langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. “Ini bukan sekadar modernisasi gaya-gayaan, melainkan upaya jangka panjang membangun fondasi ekonomi dari bawah,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI menggandeng Bank Indonesia, OJK, dan Perumda Pasar Jaya sebagai mitra utama. Bahkan, penilaian lomba diserahkan sepenuhnya kepada BI dan OJK guna menjamin objektivitas dan transparansi. “Pemprov tidak ikut campur soal penjurian. Kita ingin lomba ini kredibel dan objektif,” tandasnya.

Saat ini, sebanyak 20 pasar telah berpartisipasi dalam program ini, dan ditargetkan akan menjangkau seluruh 133 pasar yang ada di wilayah Jakarta. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Pasar harus menjadi episentrum ekonomi rakyat yang bersih, tertib, dan berdaya saing,” ujar Pramono.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan bahwa digitalisasi pasar tradisional merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi kota yang modern dan inklusif.

“Bank Jakarta melihat digitalisasi pasar sebagai momentum untuk menghadirkan ekosistem transaksi yang efisien, transparan, dan terjangkau. Kami mendukung penuh program ini sebagai kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal Jakarta,” ucapnya.

Sebagai peserta dalam aspek digitalisasi perbankan, Bank Jakarta ditugaskan mendampingi empat pasar berdasarkan klasifikasi dan jumlah tempat usaha (TU), yakni, Pasar Mayestik (Kelas A) – 1.516 TU, Pasar Koja Baru (Kelas B) – 1.056 TU, Pasar Cengkareng (Kelas B) – 1.065 TU, Pasar Pondok Bambu (Kelas C) – 375 TU.

Total sebanyak 4.012 tempat usaha akan dilayani oleh Bank Jakarta dalam program ini.

Bank Jakarta akan dinilai dalam tiga kategori utama, yaitu: Literasi Terbaik dan Teraktif (periode penilaian: 21 Juli - 9 Agustus 2025), Akses Keuangan Termasif (periode penilaian: Januari - 9 Agustus 2025), Digitalisasi Keuangan Terbaik.

“Transformasi pasar bukan hanya agenda pemerintah, tetapi juga komitmen bersama seluruh pelaku ekonomi. Bank Jakarta siap menjadi bagian penting dari perubahan ini,” tutur Agus H. Widodo.

Senada dengan itu, Direktur Utama Pasar Jaya, Agus Himawan, menambahkan bahwa aspek kebersihan dan pengelolaan limbah juga menjadi komponen utama penilaian. “Pasar modern itu bukan cuma cashless, tapi juga bersih dan tertata,” ujarnya.

Penunjukan BI dan OJK sebagai juri lomba dinilai sebagai arah baru dalam pembangunan ekonomi lokal berbasis teknologi. “Digitalisasi pasar ini adalah game changer yang sesungguhnya. Bukan sekadar inovasi, tetapi strategi sistemik untuk memperkuat literasi keuangan dan inklusi digital,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mendukung suksesnya program ini. Di antaranya melalui edukasi langsung kepada pedagang, aktivasi QRIS, pembukaan rekening digital, hingga integrasi layanan perbankan dengan ekosistem pasar.

“Kami optimistis bisa menunjukkan performa terbaik dalam hal literasi dan adopsi keuangan digital,” tutup Arie.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • Ditresnarkoba PMJ Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintesis di Jakbar, Penjualan Capai Rp 7 Miliar

    🕔11:09:14, 24 Jan 2026
  • Upaya Atasi Masalah Pertanahan dalam Kawasan Hutan, Menteri Nusron: Sudah Miliki MoU dengan Menteri Kehutanan

    🕔00:32:59, 23 Jan 2026
  • Untuk Kepentingan Bangsa dan Negara, Menteri Nusron Sepakati Pencabutan HGU Seluas 85 Ribu Hektare di Atas Tanah Kemenhan

    🕔00:38:46, 23 Jan 2026
  • Ikatan Wartawan Online dan Universitas Bung Karno Teken MoU untuk Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi

    🕔07:55:07, 23 Jan 2026
  • Raker Bersama Pansus DPR RI, Menteri Nusron Targetkan Kebijakan Satu Peta Rampung Lebih Cepat

    🕔21:32:50, 22 Jan 2026