- Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil
- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
Anggota DPR RI Beri Bantuan Kepada TKW Korban Kecelakaan Kerja Asal Blitar

Keterangan Gambar : Kades Marsaid bersama anggota DPR RI kunjungan bakti sosial ke rumah warga Kedung banteng
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar - Program kesejahteraan masyarakat desa Kedung Banteng Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar selama masih ada program pemerintah Bantuan Langsung Tunai ( BLT) DD mengalir kepada warga miskin setiap bulannya, kepada para lansia, dan warga kurang mampu lainya. Seperti halnya bantuan kepada Sulis (50) perempuan korban kecelakaan kerja di Hongkong, menderita koma selama 10 tahun akibat kecelakaan kerja.
Keprihatinan yang mendalam Marsaid sebagai Kepala Desa Kedung Banteng, selain BLT Dana Desa, pada Selasa ( 28/10/25 ) mendamping Nurhadi anggota DPR RI mengunjungi rumah Sulis (50) dan ke beberapa warga Kedung Banteng.
"Memang secara kusus bantuan BLT DD kepada mbak Sulis tidak kita pindah pindah, tetap kami berikan rutin, kami juga berterimakasih kepada pak Nurhadi yang telah membantu warga kami," ungkap Marsaid mendampingi Nurhadi.
Baca Lainnya :
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
Desa Kedung Banteng ada 30 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ). Penentuan penerima manfaat ini melalui beberapa prosedur mulai dari RT setempat melakukan pengajuan kemudian dipilih dan divalidasi sesuai dengan kriteria melalui musyawarah desa untuk penetapan daftar penerima melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 2 Tahun 2024, fokus Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tetap ditujukan pada penanganan kemiskinan ekstrem di desa.
“Dengan kriteria Keluarga Penerima Manfaat yaitu Lansia miskin,Penyandang disabilitas, ,Keluarga dengan anggota yang memiliki penyakit kronis atau menahun, Keluarga yang belum menerima bantuan sosial lainnya bantuan setiap bulannya sebesar Rp 300.000,- selama satu tahun” imbuhnya.
Nurhadi anggota DPR RI Komisi IX, saat kunjungan ke beberapa rumah warga kurang mampu di Desa Kedung Banteng Kecamatan Bakung.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Nurhadi untuk secara rutin menyambangi masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan pentingnya perhatian terhadap warga yang mengalami kesulitan.
“Saya rutin keliling seminggu sekali. Saya sempatkan untuk berkunjung ke rumah-rumah warga yang memang layak untuk kita bantu,” kata Nurhadi.
Selain Sulis, Nurhadi juga menyambangi Slamet, seorang pria berusia lebih dari 50 tahun yang mengalami keterbatasan mental. Dalam kunjungan tersebut, Nurhadi terkesan dengan keponakan Selamet, yaitu Angga, yang berjualan sayur keliling dan tetap menyisihkan rezeki untuk merawat pamannya.
“Saya sangat kagum dengan pemuda-pemuda di desa ini yang menjadi tauladan dan sangat berbakti kepada orang tua,” tutur Nurhadi.
Nurhadi juga mengunjungi Misiem, seorang warga sebatang kara. Nurhadi berharap, dengan semangat gotong royong, tidak ada lagi warga yang mengalami kelaparan di Kabupaten Blitar.
“Kita galakkan semangat kepedulian kita. Maka saya yakin di Kabupaten Blitar ini tidak ada istilah orang namanya kelaparan atau tidak bisa makan,” tandasnya.
“Dengan upaya bersama, ia optimis akan terciptanya lingkungan yang lebih peduli dan saling membantu di masyarakat,” pungkas Nurhadi. (za/mp)















