- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
Anggota DPR RI Beri Bantuan Kepada TKW Korban Kecelakaan Kerja Asal Blitar

Keterangan Gambar : Kades Marsaid bersama anggota DPR RI kunjungan bakti sosial ke rumah warga Kedung banteng
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar - Program kesejahteraan masyarakat desa Kedung Banteng Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar selama masih ada program pemerintah Bantuan Langsung Tunai ( BLT) DD mengalir kepada warga miskin setiap bulannya, kepada para lansia, dan warga kurang mampu lainya. Seperti halnya bantuan kepada Sulis (50) perempuan korban kecelakaan kerja di Hongkong, menderita koma selama 10 tahun akibat kecelakaan kerja.
Keprihatinan yang mendalam Marsaid sebagai Kepala Desa Kedung Banteng, selain BLT Dana Desa, pada Selasa ( 28/10/25 ) mendamping Nurhadi anggota DPR RI mengunjungi rumah Sulis (50) dan ke beberapa warga Kedung Banteng.
"Memang secara kusus bantuan BLT DD kepada mbak Sulis tidak kita pindah pindah, tetap kami berikan rutin, kami juga berterimakasih kepada pak Nurhadi yang telah membantu warga kami," ungkap Marsaid mendampingi Nurhadi.
Baca Lainnya :
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Desa Kedung Banteng ada 30 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ). Penentuan penerima manfaat ini melalui beberapa prosedur mulai dari RT setempat melakukan pengajuan kemudian dipilih dan divalidasi sesuai dengan kriteria melalui musyawarah desa untuk penetapan daftar penerima melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 2 Tahun 2024, fokus Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tetap ditujukan pada penanganan kemiskinan ekstrem di desa.
“Dengan kriteria Keluarga Penerima Manfaat yaitu Lansia miskin,Penyandang disabilitas, ,Keluarga dengan anggota yang memiliki penyakit kronis atau menahun, Keluarga yang belum menerima bantuan sosial lainnya bantuan setiap bulannya sebesar Rp 300.000,- selama satu tahun” imbuhnya.
Nurhadi anggota DPR RI Komisi IX, saat kunjungan ke beberapa rumah warga kurang mampu di Desa Kedung Banteng Kecamatan Bakung.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Nurhadi untuk secara rutin menyambangi masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan pentingnya perhatian terhadap warga yang mengalami kesulitan.
“Saya rutin keliling seminggu sekali. Saya sempatkan untuk berkunjung ke rumah-rumah warga yang memang layak untuk kita bantu,” kata Nurhadi.
Selain Sulis, Nurhadi juga menyambangi Slamet, seorang pria berusia lebih dari 50 tahun yang mengalami keterbatasan mental. Dalam kunjungan tersebut, Nurhadi terkesan dengan keponakan Selamet, yaitu Angga, yang berjualan sayur keliling dan tetap menyisihkan rezeki untuk merawat pamannya.
“Saya sangat kagum dengan pemuda-pemuda di desa ini yang menjadi tauladan dan sangat berbakti kepada orang tua,” tutur Nurhadi.
Nurhadi juga mengunjungi Misiem, seorang warga sebatang kara. Nurhadi berharap, dengan semangat gotong royong, tidak ada lagi warga yang mengalami kelaparan di Kabupaten Blitar.
“Kita galakkan semangat kepedulian kita. Maka saya yakin di Kabupaten Blitar ini tidak ada istilah orang namanya kelaparan atau tidak bisa makan,” tandasnya.
“Dengan upaya bersama, ia optimis akan terciptanya lingkungan yang lebih peduli dan saling membantu di masyarakat,” pungkas Nurhadi. (za/mp)

.jpg)


.jpg)


.jpg)








