- Menteri UMKM Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol
- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi dengan BMKG, Gedung Radar Cuaca Muara Teweh Diresmikan
- Bupati Shalahuddin Buka Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara Tahun 2026
- PT Dua Kuda Indonesia Yakin Bangkit, Kepailitan Dinilai Hambat Operasional Bukan Prospek Bisnis
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
Ambisi Walikota Blitar Mewujudkan Museum Supriadi Semangati Kaum Milenial

Keterangan Gambar : Walikota Blitar Santoso
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Walikota Blitar Drs. santoso M.Pd memiliki semangat dan ambisi yang luar biasa untuk mewujudkan impiannya mendirikan museum Sundanco Supriadi sebagai tanda heroisme Pahlawan Pembela Tanah Air (Peta), Supriadi dikenal sebagai tokoh muda saat itu yang bersikeras memberontak Jepang yang dianggap sebagai bangsa penjajah yang sangat menyengsarakan bangsa Indonesia.
Ungkapan Walikota ini disampaikan dalam acara diskusi publik sejarah Peta Blitar di balai kota Koesoemo Wicitro pada Selasa (20/09/22), acara ini dihadiri oleh ketua Yapeta Tinton Suprapto, Letjend Prn. Agus suhartono, serta pengamat sejarah Supriadi se Blitar Raya dan tokoh masyarakat.

Baca Lainnya :
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
"Semenjak saya pertama kali menjabat Walikota Blitar, saya sangat berambisi untuk mewujudkan pembangunan museum Peta di Kota Blitar, sekarang Pemkot sudah mewujudkan sebagian yang sekarang ditempatkan di lingkup ex SMP 3, meriam dan tank disisi kiri patung Supriadi," ujar Walikota.
Museum Supriadi dalam jangka panjang masih ujar Santoso, melalui forum diskusi yang dihadiri oleh pemerhati sejarah, termasuk dari keluarga besar Supriadi, agar memiliki kesan patriotik warga Blitar Raya, pihak nya juga memohon kepada Panglima TNI agar menambah lagi satu tank lagi dan pesawat tempur, rencana akan di tempatkan disisi kanan patung Supriadi, dan sebelum tanggal 10 November pesawat dan tank sudah terpasang di lokasi.

"Atas nama Pemerintah Kota Blitar, saya sangat mengapresiasi dukungan semua pihak, juga kepada Ketua Yapeta yang telah membantu mewujudkan terbangunnya musium Peta Supriadi,"tuturnya.
Sementara itu Laksamana TNI Prn. Agus Suhartono yang Mantan Panglima TNI dan juga sebagai pengamat sejarah, Aguala Suhartono menilai, Pembangunan museum Peta setelah di bangun di Bogor, museum Peta juga dikembangkan lebih besar lagi, ini mengingat Supriadi adalah tokoh pergerakan melawan tentara Jepang yang berasal dari Blitar, Supriadi begitu melegenda di hati masyarakat Blitar.
"Kami sangat mendukung pembangunan museum Supriadi yang sangat monumental ini, bahwa museum adalah untuk mengabadikan peristiwa masa lampau untuk dikenang sepanjang masa, pembangunan museum Supriadi di Blitar harus segera diwujudkan dan lebih lengkap," ucap Agus Suhartono.
Sisi lain Ketua Yapeta pusat Tinton Suprapto juga menjelaskan, Dia yang juga putra pejuang se angkatan Sdc. Supriadi dan Presiden pertama RI Soekarno, Supriadi adalah sosok yang cukup ia kenal lantaran kedekatan sang ayah (Letjen Sudjatmo alm. Red ) dengan Suriadi, untuk itu pihaknya berpesan kepada masyarakat Blitar mengenal sosok Supriadi pahlawan Peta dari Blitar, mendirikan sebuah museum adalah salah satu sarana untuk mengetahui sejarah perjuangan Sdc Supriadi dan kawan kawan yang memberontak kekejaman tentara Jepang.
"Bukti kongkrit mengenang jasa Supriadi adalah dengan membangun museum di Blitar, saya akan sumbangkan koleksi kami untuk mengisi museum Supriadi di Blitar," pungkasnya. (adv/kmftik/za/mp)















