- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
- Buka Bimtek Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan LKPM, Wabup Tekankan Pemahaman Pelaku Usaha Terhadap OSS-RBA
Aktif Kegiatan Religi, Dik Doank: Tidak Ada Ikhtiar Lebih Baik Kecuali Memperbaiki Ibadah

Keterangan Gambar : Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denada Kusuma kini aktif dalam kegiatan religi.
MEGAPOLITANPOS.COM - Lama tak muncul di televisi, kabar terbaru Dik Doank masih bisa diikuti melalui cerita keseharian di media sosial Instagram. Pria dengan nama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denada Kusuma kini aktif dalam kegiatan religi.
"Usia saya sekarang 54, dari usia 36 sampai 40 saya ada keinginan menaklukkan dunia, setelah itu dunia mencari saya. Di hari tua saya tidak mau berhenti dari rumah ke mushola, mushola ke rumah. Saya akan lanjutkan perjalan dengan membuka hati saya, membuka rumah saya, mudah ditemui," kata Dik Doank saat ditemui megapolitanpos.com di Rummah goA, Jurang Mangu, Rabu(18/1/2023).
Bagi mantan penyanyi, penulis lagu dan presenter ini, orang yang tidak mudah ditemui adalah posisi orang yang tidak terhormat. Sebagai hamba Allah, Dik Doank memahami 99 nama Allah dan menyesuaikan dirinya untuk bisa seperti nama-nama itu.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
"Guru saya siapa saja setiap saya menuntut ilmu itu guru saya sampai nanti menemui guru sejati yang ada di hati namanya Al Alim. Jadi sejatinya pengetahuan adalah orang yang paling mengenal dirinya mengetahui dirinya, sesungguhnya dirinya tidak tahu apa-apa," ungkap Dik Doank.
Dik doank menambahkan sesungguhnya manusia hidup itu bersaing namun memandang persaingan sebagai Rahmat. Ia mengajak bersama-sama untuk ikhtiar membangun dan mensejahterakan orang-orang disekitar.
"Saya tidak memikirkan sesuatu diluar saya, cukup mengamalkan apa yang telah kita pelajari saja. Saya belajar dari pohon, tanah, disetiap helai daun ada malaikatnya, ada tujuh malaikat dalam setiap helainya. Jadi yang memelihara ekosistem dia bercengkerama dengan utusan Allah. Jadi kalau saya berdoa, saya yakin doa saya lebih cepat sampai daripada orang yang tidak menanam," terangnya.
Namun sejak mengetahui pemahaman itu, justru Dik Doank jarang berdoa. Dia berpendapat berdoa adalah cara bersyukur, baginya syukur cara paling indah untuk meminta. Kekasih dengan kekasih tidak pernah meminta, yang ada memberikan cinta tanpa pernah berharap, selama berharap terhadap manusia janganlah mengatakan cinta.
"Kalau ada orang memberikan uang ke istrinya supaya awet hubungannya saya rasa itu pamrih. Cinta itu siap dibebani, mengasihi, menyayangi, melindungi menuju Sakinah Mawaddah wa Rohmah," jelasnya
Dik Doank beranggapan menjadi orang dikenal adalah keberkahan, sedangkan terkenal adalah anugerah. Baginya hidup ini mencari anugerah, keberuntungan dalam hidup.
"Tidak ada ikhtiar lebih baik kecuali kita memperbaiki ibadah. Marilah kita beribadah bukan karena ada hajat yang belum tercapai, bukan karena ada keinginan yang belum terlaksana melainkan karena kita sebagai hamba yang harus memuja Tuhan nya. Ibadah itu adalah seorang hamba menghambakan Tuhan nya. Hamba ada dua, hamba seorang budak dan hamba yang terkasih, kalau ada kenaikan Isa Al-Masih, Isro' Mi'roj maka engkau harus naik kelas menjadi hamba sebagai budak menjadi yang terkasih," pungkasnya. ** (Rosidi)










.jpg)





